Maslahat Hidup dan Cinta: Agar Kasih Sayang Tak Sekadar Romantisme

Maslahat Hidup dan Cinta: Agar Kasih Sayang Tak Sekadar Romantisme

Smallest Font
Largest Font

YOGYA — Suasana Jumat malam (5/9) di Aula Lantai 2 Gedung Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terasa hangat. Ratusan jamaah dari berbagai kalangan duduk rapi, menyimak dengan penuh perhatian. Malam itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY kembali menghadirkan Kajian Malam Sabtu (KAMASTU), sebuah ruang belajar spiritual sekaligus sosial yang rutin digelar untuk masyarakat umum.

Tema yang diangkat kali ini cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari: “Agar Cinta Tumbuh dalam Keberkahan.” Ustadz H. Hidayatu Rohman, M.Pd.—Anggota Komisi Dakwah MUI Bantul sekaligus Lembaga Dakwah Komunitas PDM Bantul—menjadi pemateri. Kajian dipandu oleh Anditya Bayu Krisnanto, S.Pd., Guru BK SMA Muhammadiyah 6 Yogyakarta, yang menambah suasana semakin cair.

Sejak awal, Ustadz Hidayatu Rohman mengingatkan bahwa cinta sejati tidak bisa dilepaskan dari iman kepada Allah Swt. “Cinta yang tumbuh tanpa dasar iman hanya akan rapuh dan sementara,” tegasnya. Ia menekankan, cinta perlu dirawat melalui ibadah, dzikir, dan syukur, sekaligus dijaga dengan menjauhi perbuatan dosa.

Karena itu, menikah disebutnya sebagai ibadah sepanjang masa. “Keberkahan cinta lahir dari kedekatan kita dengan Allah. Semakin dekat dengan-Nya, semakin kokoh cinta itu terjaga,” ujarnya, disambut anggukan jamaah.

Namun, cinta tidak hanya berhenti pada relasi manusia dengan Sang Pencipta. Ia juga harus berbuah dalam kehidupan sosial. Ustadz Hidayatu Rohman menuturkan pentingnya komunikasi yang baik, saling melengkapi pasangan, hingga berbagi perhatian atau hadiah sebagai wujud kasih sayang.

Lebih jauh, cinta sejati bahkan melampaui lingkaran keluarga. Ia mesti hadir dalam kepedulian sosial. “Berbuat baik kepada sesama adalah wujud nyata cinta yang menghadirkan keberkahan, bukan hanya bagi rumah tangga, tapi juga bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Pesan itu terasa relevan di tengah derasnya arus budaya populer yang sering menggambarkan cinta sebatas romantisme dangkal. Melalui KAMASTU, Muhammadiyah DIY mengajak masyarakat untuk melihat cinta sebagai kekuatan transformatif: memperkokoh ibadah, membangun keluarga harmonis, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.

Dengan begitu, jamaah tidak hanya diajak memahami cinta sebagai perasaan personal, tetapi juga sebagai amanah moral. Sebuah cinta yang menghadirkan maslahat bagi kehidupan, melahirkan rahmat bagi semesta.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow