LSI Rilis Survei 100 Hari Kabinet Prabowo-Gibran: Abdul Mu'ti Masuk Jajaran Lima Menteri Terbaik
JAKARTA – Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei nasional terkait evaluasi publik terhadap kinerja 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Kamis (6/2). Salah satu sorotan utama dalam laporan tersebut adalah lima besar menteri yang mendapat apresiasi tertinggi dari masyarakat, menunjukkan dinamika awal yang menjanjikan dalam Kabinet Indonesia Maju Jilid II.
Dalam daftar lima menteri dengan kinerja paling memuaskan, Menteri Agama Nasaruddin Umar menempati posisi teratas dengan tingkat kepuasan publik mencapai 92,9%. Angka ini tidak hanya mengungguli para menteri lainnya, tetapi juga menjadi sinyal positif atas pendekatan moderat dan inklusif yang ia usung sejak dilantik.
Posisi kedua ditempati oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dengan 91,5% tingkat kepuasan. Tingginya angka yang diperoleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini mengindikasikan bahwa sektor pendidikan dasar dan menengah masih menjadi perhatian utama masyarakat dan mendapat apresiasi atas langkah-langkah awal yang dinilai progresif.
Di peringkat ketiga, Sekretaris Kabinet Teddy Wijaya mencatat kepuasan sebesar 90,9%. Sebagai figur yang bekerja di balik layar, tingginya kepuasan publik terhadap Teddy menunjukkan adanya pengelolaan administrasi dan koordinasi pemerintahan yang rapi dalam 100 hari pertama.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang telah menjabat sejak era Presiden Joko Widodo, tetap menunjukkan performa yang kuat dengan tingkat kepuasan 89,8%. Kepercayaan publik terhadapnya tidak surut meskipun kondisi ekonomi global dan domestik masih penuh tantangan. Stabilitas fiskal dan penanganan inflasi yang cermat diyakini menjadi alasan utama tingginya kepuasan ini.
Melengkapi daftar lima besar, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman berada di posisi kelima dengan tingkat kepuasan 89,4%. Peningkatan produksi pangan dan strategi ketahanan pangan nasional dalam hal ini mendapat respons positif dari masyarakat.
Menurut Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, rata-rata kepuasan terhadap kinerja pemerintahan secara keseluruhan berada di angka 81,4%, menjadikan performa lima menteri tersebut sebagai pencapaian yang signifikan karena berhasil melampaui rata-rata nasional.
“Ini menunjukkan adanya kepercayaan publik yang cukup tinggi terhadap beberapa tokoh di kabinet baru. Mereka dianggap mampu bekerja cepat, responsif, dan menyentuh isu-isu yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Djayadi dalam konferensi pers virtual, Senin (15/4).
Survei ini dilakukan secara nasional pada awal April 2025, melibatkan 1.220 responden yang dipilih secara acak dari seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei menggunakan wawancara tatap muka dengan margin of error sekitar ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Ari Supriyatna, menyebut hasil ini sebagai sinyal awal bahwa masyarakat masih memberikan benefit of the doubt kepada kabinet Prabowo-Gibran.
“Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mempertahankan bahkan meningkatkan kepercayaan ini seiring berjalannya waktu. Publik saat ini sangat sensitif terhadap performa dan integritas,” katanya.
Meski demikian, LSI belum merinci menteri-menteri yang mendapat kepuasan terendah atau bidang-bidang yang perlu dibenahi. Namun Djayadi menyebut bahwa sektor penegakan hukum dan energi masih menjadi perhatian publik yang besar, mengindikasikan perlunya perbaikan lebih lanjut di bidang-bidang tersebut.
Survei 100 hari kerja ini menjadi tolok ukur awal yang penting bagi pemerintahan baru. Meski masa jabatan masih panjang, hasil survei ini setidaknya memberi gambaran tentang bagaimana publik menilai arah awal pemerintahan Prabowo-Gibran dan para pembantunya di kabinet.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow