LSBO PP Muhammadiyah Rilis Film “Cita-citaku Setinggi Balon”

LSBO PP Muhammadiyah Rilis Film “Cita-citaku Setinggi Balon”

Smallest Font
Largest Font

YOGYA – Berlatar kondisi pandemi Covid-19, film “Cita-citaku Setinggi Balon” (CCSB) disusun oleh Malvocs (SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Malang, Jawa Timur), Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, PP Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), dan Mixpro Cinema, didampingi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.

Secara resmi, CCSB dirilis Ahad (30/1) dan diputar di CGV Hartono Mall, Yogyakarta. Film tersebut berusaha mendiskusikan pandangan anak-anak mengenai situasi pandemi yang mereka hadapi, bagaimana keluguan berpikir mereka ketika bertemu kondisi yang kompleks ini.

Advertisement
Scroll To Continue with Content

Fenomena seperti pembelajaran jarak jauh yang menyulitkan beberapa anak mengakses sekolah, harapan-harapan berkumpul dengan keluarga yang mesti ditangguhkan, dan sebagainya menjadi beberapa sorotan dalam film ini.

Film ini mengaitkan situasi pandemi, pola pikir anak-anak, dengan nilai-nilai keagamaan. Perasaan sedih, kecewa, dan bingung yang dialami anak-anak serta keluguan cara berpikirnya dieksplorasi dan dituangkan secara rapi kemudian dirangkai dengan nilai moral keislaman.

CCSB juga merupakan bentuk perhatian atas banyaknya tayangan-tayangan yang kurang sesuai bagi usia anak. Menurut tim produksi, gerutuan dan larangan untuk tidak mengakses digital media bukanlah solusi paling ideal. Maka sebagai pekerja kreatif, tim memilih untuk mencoba memberikan alternatif tontonan yang baik dan bergizi bagi anak-anak dan keluarga.

Meskipun begitu, mereka tidak kemudian melahirkan film yang menggurui, malah harapannya itu dapat membuka ruang diskusi. “Karena pendidikan karakter untuk anak yang paling ideal adalah yang muncul dari sebuah diskusi yang melibatkan anak itu sendiri,” begitu dinyatakan dalam press release film tersebut.

Film CCSB berharap dapat menginspirasi setiap keluarga bahwa cita-cita anak adalah sesuatu yang harus dibicarakan dan dikejar secara bahu-membahu. Keluarga harus menjadi tempat dimana anak berani menanam benih cita-cita, sehingga tugas seluruh keluarga adalah menyiram dan merawatnya agar bisa tumbuh berkembang.

Proses produksi film ini melibatkan Drs. H. Sukriyanto AR, M.Hum. (Executive Producer), Dyah Puspitarini, S.Pd., M.Pd. (Executive Producer), Andika Prabhangkara (Producer), Arief Joko Suryadi (Producer), Tommy Virgananda (Assistant Producer), Era Sugiarso (Assistant Producer), Novianto (Line Producer), Riana Catursari (Line Producer Assistant), dan Bimo Suryojati (Director).

Para talent: M.A. Narendra A (sebagai Abid), Raditya Evandra (Seno), Cahya Anindya (Ruri), Nada Rizqi (Bu Titi), Winda Kusuma (Bu Parti), Sulistya Kurniawan (Pak Tukiran), Syahdara Anisa (Tante Tya), Mas Odjie (Pak Heru), Adhitya Bhagaskara (Papa Ruri), Atie C (Mama Ruri), M. Danish Anggoro (Darwis), dan Aston Bolot (Mas Roni).

Tim Produksi: Bayu Hendro (Artistik), Teguh Purwanto (Artistik), Ican Acin (DOP), Putri Aridha Wardani (Make up), Cicha Salsabillah (Wardrobe), Adhit Jikustik (Music Director), Bimo Suryojati (Screenplay), Andika Prabhangkara (Sound Designer), Reey Ariana (Talent Coordinator), Iwan Latowale (Editor dan Animation), Rudi Triono (Editor dan Animation), MIXPRO Studio (Editing), Dwiki Jenggot (Grafis), A. Fikri (Sound Recordist), Aditya Luthfi (Photographer), serta siswa-siswi jurusan Film SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Malang, Jawa Timur. (*)

Wartawan: Ahimsa W. Swadeshi
Editor: Heru Prasetya

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow