Sabet 43 Medali, Lampung Tembus Lima Besar Olympicad VIII Nasional
MAKASSAR — Pelaksanaan Olimpiade Ahmad Dahlan (Olympicad) VIII Nasional di Makassar berlangsung spektakuler selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (12–14/2). Ajang bergengsi kader Muhammadiyah se-Indonesia ini menghadirkan atmosfer fastabiqul khairat yang kental dalam balutan kompetisi akademik dan non-akademik.
Dari berbagai sumber yang dihimpun, jumlah peserta dan pendamping diperkirakan mencapai 11.000 hingga 13.000 orang. Angka tersebut menjadikan Olympicad VIII sebagai salah satu perhelatan terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraannya.
Berdasarkan klasemen akhir yang dirilis melalui laman resmi Olympicad, persaingan berlangsung dinamis dan penuh semangat sportivitas.
Daerah Istimewa Yogyakarta tampil memimpin dengan raihan 98 emas, 64 perak, dan 40 perunggu. Jawa Tengah menunjukkan kekuatan kolektif dengan 92 emas, 115 perak, dan 77 perunggu. Jawa Timur mencatatkan 51 emas, 34 perak, dan 30 perunggu, sementara tuan rumah Sulawesi Selatan mengumpulkan 29 emas, 59 perak, dan 70 perunggu.
Di tengah kompetisi yang ketat tersebut, Lampung berhasil menorehkan capaian membanggakan dengan raihan 20 emas, 13 perak, dan 10 perunggu, atau total 43 medali.
Capaian tersebut menempatkan Lampung di jajaran lima besar nasional sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pembinaan pendidikan Muhammadiyah di daerah terus bergerak maju dan kompetitif.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, Prof. Sudarman, saat dihubungi Jurnalis MPI PDM Kota Metro, menegaskan bahwa prestasi ini harus dimaknai sebagai bagian dari gerakan dakwah pendidikan.
“Prestasi ini adalah buah dari kerja kolektif dan komitmen dalam membangun generasi unggul. Olympicad bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang membentuk kader yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan ini semakin memperkuat kaderisasi, penguatan karakter, serta aktualisasi nilai-nilai Islam berkemajuan. Menurutnya, setiap capaian lahir dari proses panjang pembinaan, ketekunan belajar, keikhlasan guru dalam membimbing, serta dukungan orang tua dan persyarikatan.
Lebih dari sekadar kompetisi nasional, Olympicad VIII Makassar menjadi momentum penguatan jati diri pendidikan Muhammadiyah yang terus melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan siap menjadi pencerah bagi umat dan bangsa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow