KWT 'Aisyiyah Sibar Diluncurkan, Dorong Kemandirian Perempuan Lewat Pertanian

KWT 'Aisyiyah Sibar Diluncurkan, Dorong Kemandirian Perempuan Lewat Pertanian

Smallest Font
Largest Font

BANTUL — Perempuan, khususnya warga Aisyiyah harus berani kembali menjadi petani dalam rangka merawat kemandirian dan membantu ekonomi keluarga. Menjadi petani yang dibekali ilmu pastilah hasil bertaninya lebih baik, berkualitas dan layak jual dan dinantikan masyarakat. Karenanya, kelompok wanita tani harus terus dihidupkan dan menjadi program unggulan Aisyiyah.

Semangat kemandirian itu kembali ditegaskan melalui peluncuran Kelompok Wanita Tani (KWT) 'Aisyiyah Sitimulyo Barat (Sibar), yang digelar di Gedung Muhammadiyah Sibar pada Rabu (29/4).

Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Piyungan, Evy Ratiana, S.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya warga Aisyiyah, untuk kembali terlibat aktif dalam dunia pertanian. Menurutnya, pertanian tidak hanya menjadi sarana merawat kemandirian, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi keluarga.

“Perempuan harus berani kembali menjadi petani. Dengan bekal ilmu, hasil pertanian akan lebih berkualitas, layak jual, dan dinantikan masyarakat. Karena itu, KWT harus terus dihidupkan sebagai program unggulan Aisyiyah,” ujarnya.

KWT Aisyiyah Sibar yang digawangi oleh 22 anggota ini menjadi kelompok ke-45 di Kecamatan Piyungan, sekaligus satu-satunya yang berbasis komunitas Aisyiyah. Adapun komoditas unggulan yang dikembangkan meliputi nanas madu, lombok Jawa, dan terong.

Pimpinan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Piyungan, Darminto, S.Pt., menyampaikan apresiasi atas terbentuknya KWT tersebut. Ia menilai program KWT memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

“Bertani memang terlihat sederhana, tetapi jika dikelola secara profesional dan dengan semangat kebersamaan, hasilnya akan berkualitas dan diminati masyarakat. Kami berharap KWT Aisyiyah Sibar bisa menjadi pelopor dan unggul,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa setiap kelompok tani diharapkan mampu mengoptimalkan lahan minimal 400 meter persegi dengan produk unggulan yang prospektif. Penerapan metode tumpang sari pun dianjurkan guna meningkatkan produktivitas lahan.

Sementara itu, Ketua PRA Sitimulyo Barat, Hj. Fatimah Sutiar, berharap aktivitas pertanian yang dijalankan para ibu dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjadikan pertanian sebagai profesi yang menjanjikan.

Ketua KWT Aisyiyah Sibar, Hj. Rukini, S.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan bertani memberikan kepuasan tersendiri bagi para anggota. Pemanfaatan lahan pekarangan, sawah, hingga ruang kosong di lingkungan rumah menjadi sumber pangan keluarga yang berkelanjutan.

“Alhamdulillah, kami sudah beberapa kali panen, terutama terong, nanas, dan lombok Jawa. Bahkan banyak warga yang antre membeli. Ke depan, kami berencana memperluas lahan hingga ke area yang belum produktif,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan surat resmi pendirian KWT dari Balai Penyuluh Pertanian Piyungan. Lurah Sitimulyo, H. Juweni, S.E., menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk mendukung pengembangan kelompok, termasuk melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) jika diperlukan.

Ia juga mendorong Aisyiyah untuk terus menghadirkan inovasi dalam sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Salah satunya melalui rencana pelatihan budidaya ikan dengan media galon sebagai alternatif usaha produktif.

“Saya yakin Aisyiyah mampu menjadi pelopor pertanian modern. Semangatnya mampu menyinari dan mendorong kemandirian masyarakat,” tutur Juweni.

Rangkaian kegiatan peluncuran ditutup dengan kunjungan ke lokasi perkebunan KWT Sibar, serta lelang hasil panen berupa buah dan sayuran yang dihasilkan oleh para anggota.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow