Kajian Ahad Kliwon PCM Turi Angkat Tema Kesehatan Jiwa dalam Islam
SLEMAN – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Kliwon dengan tema “Kesehatan Jiwa dalam Islam” di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi, Ahad (5/10). Kegiatan yang diikuti sekitar 500 jamaah ini menghadirkan narasumber Dr. Djoko Santoso, M.Si., dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang membahas pentingnya menjaga kesehatan jiwa dari sudut pandang Islam.
Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh para guru TK 'Aisyiyah yang tergabung dalam IGABA Turi. Suasana khidmat terasa saat jamaah memadati Gedung Dakwah Muhammadiyah di Ngablak, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto, menyampaikan bahwa kajian rutin ini tidak sekadar memperkuat keimanan, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga. “Kita bisa menghirup udara segar di Turi, berjamaah salat Subuh, dan bersilaturahim di Gedung Dakwah ini. Insya Allah, dengan silaturahmi, Allah akan membukakan pintu-pintu rezeki,” ujarnya.
Bambang juga mengajak jamaah untuk berpartisipasi dalam amal jariyah melalui dukungan terhadap keberlangsungan program AmbulanMU Turi, yang telah banyak membantu masyarakat namun memerlukan biaya operasional yang tidak sedikit.
Memasuki sesi inti, Dr. Djoko Santoso menjelaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian tak terpisahkan dari keimanan dan kebahagiaan seorang muslim. Sebab, Islam mengajarkan keseimbangan, tidak hanya dalam aspek fisik tetapi juga jiwa. "
Kesehatan jiwa sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga hubungan dengan Allah, sesama, dan diri sendiri,” terangnya.
Ia mengingatkan bahwa kesehatan merupakan nikmat besar yang sering kali luput dari rasa syukur. “Bayangkan jika saudara kita sedang sakit dan tak bisa hadir di sini. Maka, ketika kita sehat, itu adalah rezeki luar biasa dari Allah,” tambahnya.
Dr. Djoko juga berpesan agar umat Islam saling mendoakan dan menanyakan kabar kesehatan dalam setiap pertemuan. “Kalau bertemu, cukup tanyakan satu hal: sehat, Bapak-Ibu? Itu sudah bentuk kepedulian yang luar biasa,” ucapnya disambut senyum para jamaah.
Ia menegaskan bahwa kebahagiaan sejati berawal dari kemampuan menerima diri sendiri tanpa membandingkan dengan orang lain. “Selama kita masih suka membanding-bandingkan, maka kebahagiaan sejati tak akan pernah kita rasakan,” jelasnya.
Dalam penutup kajiannya, Dr. Djoko mengaitkan konsep kesehatan jiwa dengan istilah qalbun salim dalam Al-Qur’an, yakni hati yang bersih dan selamat. “Allah menegaskan dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 88–89, bahwa yang akan menyelamatkan manusia di akhirat hanyalah hati yang sehat (qalbun salim). Ini menjadi bukti bahwa kesehatan jiwa adalah bagian penting dari kesempurnaan iman,” tegasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow