FGM DIY Perkuat Kompetensi Guru Manfaatkan AI dalam Pembelajaran
YOGYAKARTA — Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Workshop Penguatan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Sabtu (29/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FGM DIY meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat kesiapan sekolah Muhammadiyah menghadapi perkembangan teknologi di bidang pendidikan.
Workshop diikuti para guru dari sekolah Muhammadiyah di DIY. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan kecerdasan buatan, tetapi juga diajak mengenali pemanfaatan AI sebagai perangkat pendukung proses pembelajaran.
Perkembangan AI yang semakin pesat telah membawa perubahan di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Kondisi tersebut menuntut guru untuk tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab.
Melalui workshop ini, FGM DIY mendorong guru menempatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti peran pendidik. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu guru mengembangkan bahan ajar, merancang aktivitas pembelajaran, membuat media yang lebih menarik, hingga menghadirkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Namun, pemanfaatan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai pendidikan. Dalam konteks pendidikan Muhammadiyah, penggunaan AI diharapkan tetap mendukung pembentukan karakter, akhlak, kemandirian, kreativitas, dan tanggung jawab peserta didik.
Guru juga memiliki posisi strategis dalam memastikan penggunaan AI tetap berada dalam koridor pendidikan. Peran guru tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pendamping yang membimbing peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara kritis, etis, dan produktif.
Selain penguatan kompetensi, workshop tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran. Pertukaran pengalaman diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi yang bisa diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing-masing.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FGM DIY untuk terus meningkatkan kapasitas guru Muhammadiyah di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat. Sekolah Muhammadiyah didorong untuk terbuka terhadap inovasi, namun tetap menjaga jati diri serta nilai-nilai utama pendidikan Muhammadiyah.
Melalui penguatan kompetensi digital dan pemanfaatan AI secara tepat, FGM DIY berharap semakin banyak guru Muhammadiyah yang adaptif, kreatif, inovatif, dan berkemajuan. Dengan demikian, teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan proses pembelajaran yang semakin relevan dan bermakna bagi peserta didik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow