DAMNas 2026 PC IMM Ciputat Perkuat Literasi Digital dan Narasi Kebenaran Kader IMM di Era Post-Truth
TANGERANG SELATAN — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Ciputat menggelar Studium Generale Darul Arqam Madya Nasional (DAMNas) 2026 dengan mengangkat tema tantangan era post-truth dan pentingnya peran kader IMM dalam menjaga narasi kebenaran di ruang digital, Kamis (8/5), di Aula Asrama Fastabiqul Khairat PC IMM Ciputat, Tangerang Selatan.
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Desri Arwen, M.Pd. (Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang), Dra. Muhayah, S.H., M.H. (Hakim Mahkamah Agung), dan Ari Aprian Harahap, M.Pd. (Ketua DPP IMM Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik).
Dalam pemaparannya, Desri Arwen menjelaskan bahwa era post-truth merupakan kondisi ketika opini, emosi, dan sentimen kelompok lebih dipercaya dibanding fakta objektif maupun data empiris. Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial turut menyebabkan menurunnya otoritas keilmuan atau yang disebut sebagai “matinya kepakaran”.
Ia menilai kader IMM harus mampu mengambil peran sebagai produsen narasi kebenaran dengan memanfaatkan media digital sebagai ruang dakwah dan perjuangan intelektual. Prinsip tabayyun dalam QS Al-Hujurat ayat 6, kata dia, menjadi fondasi penting dalam membangun literasi digital Islam di tengah maraknya hoaks dan disinformasi.
“Media sosial adalah medan tempur intelektual masa kini. Kemenangan wacana hanya akan diraih oleh mereka yang istiqamah memproduksi konten kebenaran secara masif,” ujar Desri Arwen.
Sementara itu, Muhayah menekankan bahwa kader IMM memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga akal sehat masyarakat di tengah maraknya manipulasi informasi dan polarisasi sosial di ruang digital. Ia mengingatkan kader IMM agar tidak hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus informasi.
Menurutnya, ruang digital saat ini telah menjadi arena pertarungan ide, nilai, dan gagasan. Karena itu, kader IMM dituntut membangun budaya kritis, membiasakan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya, serta memanfaatkan media sebagai sarana dakwah dan edukasi sosial yang santun.
“Di tengah derasnya arus informasi, kader IMM harus hadir sebagai penjaga akal sehat dan pelopor narasi yang mencerahkan masyarakat,” kata Muhayah
Di sisi lain, Ari Aprian Harahap menyoroti pentingnya kesiapan kader IMM dalam menghadapi transformasi sosial dan digital yang semakin kompleks. Menurutnya, tantangan era post-truth bukan hanya soal hoaks, tetapi juga menyangkut krisis etika, rendahnya budaya literasi, dan melemahnya daya kritis generasi muda.
Ia mengajak kader IMM untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi agen perubahan yang aktif, baik di ruang organisasi maupun ruang digital.
“Kader IMM harus mampu memengaruhi ruang digital dengan gagasan yang mencerdaskan dan membangun optimisme masyarakat,” ujar Ari Aprian Harahap.
Penanggung jawab kegiatan, Fathny Rezany Zeyin, berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kapasitas literasi digital kader IMM sekaligus membangun integritas dalam bermedia. Menurutnya, kader IMM harus mampu mengambil peran strategis sebagai pelopor narasi Islam Berkemajuan di tengah tantangan era post-truth.
Studium Generale DAMNas 2026 juga menjadi ruang refleksi dan penguatan kapasitas kader agar mampu menjawab tantangan zaman dengan semangat intelektualitas, keislaman, dan keberpihakan pada nilai-nilai kebenaran.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow