‘Aisyiyah Tamantirto Utara Gelar Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Bersama MDMC DIY
BANTUL — Pimpinan Ranting (PRA) ‘Aisyiyah Tamantirto Utara menggelar Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana bekerja sama dengan Lembaga Resiliensi Bencana/Muhammadiyah Disaster Management Center (LRB/MDMC) DIY, Jumat (16/1), bertempat di TK ABA Godegan. Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta dari unsur anggota PRA, Nasyiatul 'Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, KOKAM, dan Mahasiswa Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Pelatihan ini merupakan program Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PRA Tamantirto Utara yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan warga, khususnya kaum ibu ‘Aisyiyah, dalam menghadapi potensi bencana di wilayah rawan banjir.
Ketua PRA ‘Aisyiyah Tamantirto Utara, Nanik Widaryani, S.IP., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan kapasitas perempuan dalam manajemen kebencanaan.
“Ini merupakan sosialisasi dan simulasi bencana agar ibu-ibu memahami manajemen bencana, mulai dari pra, saat, hingga pascabencana. Ke depan, PRA bersama Satkor MDMC daerah dapat berkoordinasi jika terjadi situasi darurat,” ujarnya.
Ia menambahkan, program kesiapsiagaan bencana ini dirancang dalam tiga tahap, dimulai dari pengenalan, pembentukan relawan dan mekanisme pelaporan, hingga tahap rehabilitasi, khususnya pada sektor pendidikan dan pendampingan keluarga pascabencana. Hal ini sejalan dengan peran ‘Aisyiyah yang memiliki PAUD serta program BIKSA untuk penguatan keluarga sakinah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi inti, antara lain Manajemen Bencana, Peran ‘Aisyiyah dalam Siklus Manajemen Bencana, serta Evakuasi dan Pertolongan Pertama Psikologis (P3K). Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi perencanaan tanggap darurat yang difasilitasi oleh tim MDMC.
Sebagai penguatan praktik, peserta juga mengikuti simulasi koordinasi pelapor dan pertolongan pertama pada bencana gempa bumi, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam penanganan situasi darurat.
Pelatihan ini juga menekankan pentingnya upaya pencegahan bencana, terutama melalui pengelolaan sampah dan pembuatan sumur resapan, mengingat wilayah Tamantirto Utara berada di sekitar aliran sungai dan rawan banjir.
Sepanjang kegiatan, para peserta tampak antusias dan aktif mengikuti setiap sesi. Diharapkan, pelatihan ini mampu memperkuat peran perempuan ‘Aisyiyah sebagai penggerak kesiapsiagaan bencana dan membangun masyarakat yang tangguh berbasis komunitas.
What's Your Reaction?
-
2
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow