'Aisyiyah Piyungan Gelar Kursus Buat Sambal, Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan

'Aisyiyah Piyungan Gelar Kursus Buat Sambal, Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan

Smallest Font
Largest Font

BANTUL — Perempuan sering disebut sebagai “ratu rumah tangga”. Namun di era digital, keterampilan memasak tak hanya menjadi kebutuhan domestik, tetapi juga peluang ekonomi. Berangkat dari pemikiran itu, Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (MEK PCA) Piyungan menggelar Kursus Membuat Empat Jenis Sambal di Kopi Kuden, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Sabtu (29/11).

Sebanyak empat varian sambal diajarkan, seperti sambal baby udang, sambal tongkol, sambal teri, dan sambal terasi, dengan penekanan pada cita rasa yang enak, pedas, higienis, dan layak jual. Pelatihan dipandu langsung oleh Chef Alawiyah, menghadirkan praktik detail dari pengolahan bahan hingga penyajian.

Wakil Ketua PCA Piyungan, Titik Nurhayati, menyampaikan bahwa program ini menjadi agenda rutin sebagai upaya meningkatkan keterampilan memasak bagi pengurus dan anggota. “Perempuan memang harus pandai memasak agar selalu dirindukan kehadirannya dalam keluarga. Kalau tidak bisa memasak, bagaimana? Karena itu kami sangat peduli pada pelatihan seperti ini. Insyaallah ini juga bagian dari dakwah,” ujarnya.

Ketua MEK PCA Piyungan, Hj. Wiwik Marwiyah, menambahkan bahwa keterampilan memasak mestinya tidak berhenti di dapur rumah. Menurutnya, sudah saatnya kemampuan tersebut menjadi sumber pemasukan. “Kalau kita bisa membuat sambal yang enak dan memasarkannya lewat media sosial, kita bisa punya penghasilan dan lebih mandiri secara ekonomi. Bahkan bukan hanya sambal, menu masakan lain juga sangat prospektif,” kata pemilik Kopi Kuden itu.

Ia menilai peluang pasar kini terbuka lebar. Banyak perempuan bekerja yang tidak sempat memasak, sehingga kebutuhan menu rumahan yang enak, sehat, dan terjangkau terus meningkat. “Ini kesempatan bagi ibu-ibu untuk berkreasi memenuhi kebutuhan tersebut,” tambahnya.

Dalam sesi kursus, Chef Alawiyah juga membagikan rahasia sukses memulai bisnis kuliner dari menu pelengkap: sambal.

“Orang Indonesia banyak yang merasa makan itu tidak lengkap tanpa sambal. Artinya, potensi bisnis sambal sangat besar dan cara membuatnya pun mudah,” ujarnya. Rahasia cita rasa dibedah satu per satu, lalu peserta praktik langsung sebelum akhirnya menikmati hasil masakan bersama dengan nasi hangat.

Pelatihan juga menampilkan demonstrasi membuat bakso dari Dapur Astina, produk Titik Ashari Budiati yang merupakan Ketua MEK Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA) Sitimulyo Barat. Ia menyebutkan bahwa bakso dan sambal adalah “dua sisi mata uang” yang saling melengkapi.

“Bakso enak akan lebih nikmat jika sambalnya segar dan diracik khusus,” katanya.

Melalui program-program ini, PCA Piyungan terus mendorong perempuan menjadi lebih mandiri, termasuk dengan memberikan dukungan modal untuk memulai bisnis kuliner daring. Inisiatif tersebut terbukti mampu membuka kesempatan ekonomi baru bagi perempuan di Piyungan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    2
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow