Festival Anak Sholeh Mubaligh Hijrah UAD di Girisubo Satukan 186 Santri dari 27 TPA
GUNUNGKIDUL — Semangat syiar Islam di wilayah Girisubo terasa begitu hidup. Sebanyak 186 santri dari 27 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) berkumpul dalam ajang Festival Anak Sholeh (FAS) yang digelar pada Ahad (8/3). Kegiatan ini menjadi agenda pamungkas pengabdian masyarakat tim Mubaligh Hijrah (MH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selama bulan Ramadan.
Bertempat di kompleks SD Muhammadiyah Al Falah Nglindur, festival ini menjadi ruang pertemuan sekaligus kolaborasi lintas TPA di wilayah Girisubo. Sebanyak tujuh cabang lomba digelar untuk mengasah kemampuan serta menumbuhkan pemahaman keagamaan para santri sejak dini.
Ketua Panitia FAS, Maulana Arinal Haq, menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung.
“Kami mengajak seluruh santri untuk berlomba dengan penuh kreativitas dan sportivitas. Penilaian dari dewan juri akan dilakukan secara objektif sesuai dengan kapasitas dan tingkatan usia masing-masing peserta,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Girisubo juga menyampaikan bahwa kegiatan berskala besar seperti ini sempat vakum beberapa waktu lalu. Karena itu, terselenggaranya kembali FAS menjadi momentum penting bagi pembinaan santri di wilayah tersebut.
“Dulu kegiatan ini sempat berhenti ketika berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Alhamdulillah sekarang bisa kembali digelar bersama Universitas Ahmad Dahlan. Ini menjadi langkah maju bagi pembinaan santri di Girisubo,” ujar perwakilan PCM Girisubo.
Apresiasi juga datang dari pemerintah kalurahan setempat. Lurah setempat menilai festival ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga ruang pembentukan karakter bagi anak-anak.
“Acara seperti ini sangat baik karena mendorong anak-anak berani tampil dan percaya diri. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang saleh serta bermanfaat bagi nusa dan bangsa,” tuturnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) MH UAD menyampaikan kebanggaannya atas sinergi yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat selama program berlangsung.
“Kami sangat bangga dengan dedikasi mahasiswa serta sambutan luar biasa dari masyarakat Girisubo. Festival ini bukan sekadar perlombaan, tetapi wujud nyata pengabdian UAD dalam membina moralitas generasi muda,” ujarnya.
Partisipasi 186 santri dari 27 TPA menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa MH UAD, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan mampu menghidupkan kembali semangat belajar Al-Qur’an di wilayah Girisubo.
Festival ditutup dengan pengumuman pemenang lomba, penetapan juara umum, serta penyerahan trofi sebagai motivasi bagi para santri untuk terus belajar dan berprestasi.
What's Your Reaction?
-
4
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
1
Wow