PWA DIY Gelar Talkshow Praktik Baik Cabang Unggul: Tampilkan Inovasi Perempuan Akar Rumput

PWA DIY Gelar Talkshow Praktik Baik Cabang Unggul: Tampilkan Inovasi Perempuan Akar Rumput

Smallest Font
Largest Font

YOGYA - Dalam rangka menyambut Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) I ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY menggelar talkshow bertajuk “Berbagi Praktik Baik Cabang Unggul”, pada Ahad (11/5), bertempat di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY serta disiarkan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian semarak Musypimwil yang mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Menuju DIY Berkeadilan.”

Ketua PWA DIY, Dr. Widiastuti, S.Ag., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa berbagi praktik baik merupakan momentum penting untuk memperluas penyebaran nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan antar cabang. Ia menekankan bahwa tema Musypimwil kali ini sangat relevan, mengingat banyaknya persoalan sosial dan keumatan yang paling dahulu dan paling dalam dirasakan oleh perempuan. Oleh karena itu, dinamika gerakan perempuan seperti ‘Aisyiyah perlu terus digelorakan melalui inovasi-inovasi yang lahir dari akar rumput, khususnya di cabang-cabang yang unggul.

Dalam sesi talkshow ini, lima cabang ‘Aisyiyah di DIY mempresentasikan praktik-praktik unggulan yang telah mereka jalankan:

  • PCA Kotagede membuka sesi dengan menampilkan peran aktif mereka dalam mendampingi amal usaha milik cabang. Amal usaha diposisikan sebagai pusat keunggulan yang bukan hanya menjadi ladang dakwah, tetapi juga wahana pemberdayaan masyarakat. Pendekatan kolaboratif dan inovatif menjadikan amal usaha di Kotagede tumbuh secara berkelanjutan.

  • PCA Sewon Utara, Bantul menampilkan program Santunan Keluarga ‘Aisyiyah. Melalui pendataan yang sistematis, cabang ini mampu mendeteksi warga terdampak dan memberikan pendampingan baik secara spiritual maupun sosial. Inisiatif ini menjadi contoh nyata kepedulian sosial yang terstruktur dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

  • PCA Moyudan, Sleman memperkenalkan inovasi dalam bidang kesehatan komunitas. Bekerja sama dengan Klinik ‘Aisyiyah Moyudan, cabang ini membangun layanan kesehatan yang tidak hanya memperhatikan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan jiwa. Pendekatan menyeluruh ini memperkuat ketahanan masyarakat dari aspek medis maupun psikososial.

  • PCA Dekso, Kalibawang, Kulon Progo mengangkat program dakwah inklusif yang menyasar para muallaf. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mencakup penguatan spiritual, sosial, hingga aspek kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadikan dakwah lebih membumi dan mampu merangkul berbagai kalangan.

  • PCA Patuk, Gunungkidul menutup sesi berbagi dengan memperkenalkan gerakan “Lumbung Hidup ‘Aisyiyah”, sebuah inisiatif yang mengedepankan ketahanan pangan dan ketahanan keluarga. Melalui partisipasi aktif warga, gerakan ini menjadi upaya kolektif untuk membangun kemandirian dan keberdayaan perempuan di tingkat akar rumput.

Talkshow ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan perempuan ‘Aisyiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkembang secara dinamis, solutif, dan berdampak langsung kepada masyarakat. Kolaborasi, inovasi, dan kepedulian sosial menjadi benang merah dari setiap praktik baik yang dibagikan.

Rekaman kegiatan ini dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube resmi Aisyiyah DIY di tautan berikut:
👉 https://youtu.be/mMh00O83rzY

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow