Psikolog UMY Bantu Korban Bencana Aceh Tengah Atasi Trauma Pasca Bencana melalui Layanan Kesehatan Terpadu
ACEH TENGAH — Bencana yang melanda Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi warganya. Banyak warga yang mengalami trauma emosional, seperti rasa takut yang berlebihan, gangguan tidur, dan kesedihan akibat kehilangan tempat tinggal. Desa Jamur Konyel, Serule, dan Atu Payung menjadi wilayah yang sangat terdampak, dengan banyaknya warga yang membutuhkan dukungan mental.
Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), M. Arif Rizqi, S.Psi., M.Psi., yang terlibat sebagai relawan atas permintaan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mengungkapkan gejala stres pascabencana yang terlihat signifikan di kalangan masyarakat terdampak. Menurutnya, keluhan yang sering ditemui di kalangan orang dewasa meliputi rasa takut berlebihan, gangguan tidur, jantung berdebar, serta nyeri pada beberapa bagian tubuh yang berhubungan dengan kondisi psikologis.
“Dampak trauma semakin terasa berat akibat kehilangan tempat tinggal dan terbatasnya akses layanan kesehatan, terutama pada awal pascabencana,” jelas Arif saat berbicara secara daring, Jumat (30/1). Kondisi ini juga dirasakan oleh anak-anak yang mengaku mengalami ketakutan, terlebih setelah terisolasi akibat terputusnya akses jalan menuju desa mereka.
Untuk membantu mengatasi trauma ini, tim relawan yang terdiri dari tenaga medis dan psikolog UMY melaksanakan layanan kesehatan terpadu di tiga desa terdampak, yaitu Desa Jamur Konyel, Desa Atu Payung, dan Desa Serule, Kecamatan Bintang. Akses menuju ketiga desa tersebut baru dapat dibuka dalam beberapa minggu terakhir.
Layanan kesehatan ini berlangsung dari 18 hingga 31 Januari 2026, dan mencakup pemeriksaan medis oleh dokter dan perawat, pelayanan gizi, kesehatan lingkungan, serta perbaikan alat kesehatan. Salah satu bagian penting dari pelayanan ini adalah intervensi psikologis yang dilakukan dengan pendekatan pelepasan stres yang dikombinasikan dengan metode spiritual, seperti zikir dan doa, yang lebih mudah diterima oleh masyarakat setempat.
“Pendekatan psikologis yang kami terapkan tidak hanya fokus pada aspek mental, tetapi juga memadukannya dengan kekuatan spiritual yang sangat dihargai oleh masyarakat di wilayah ini,” ujar Arif, yang berharap bahwa intervensi ini dapat membantu warga Aceh Tengah untuk pulih secara emosional pascabencana.
Dengan adanya layanan kesehatan terpadu ini, diharapkan warga yang terdampak bencana dapat merasakan dukungan yang mereka perlukan untuk memulihkan kesehatan mental dan fisik mereka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow