Pengajian Ramadan PDM Sleman Implementasi Risalah Islam Berkemajuan Wujudkan Kemakmuran untuk Semua

Pengajian Ramadan PDM Sleman Implementasi Risalah Islam Berkemajuan Wujudkan Kemakmuran untuk Semua

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan Pengajian Ramadan pada tahun 1446 H dengan tema "Islam Wasathiyah untuk Kemakmuran Semua" di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Sabtu (22/3). Acara yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB ini dihadiri oleh sekitar 400 peserta yang terdiri dari anggota PDM dan PDA Sleman, ortom tingkat daerah, PCM dan PCA se-Kabupaten Sleman, serta kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Sleman.

Pengajian ini menghadirkan Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D., Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama sekaligus Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai pembicara utama.

Dalam pengajiannya, Prof. Hilman Latief menegaskan bahwa kemakmuran adalah implementasi nyata dari Risalah Islam Berkemajuan (RIB) yang menjadi ciri khas Muhammadiyah dalam menggerakkan dakwah dan tajdid. Islam Wasathiyah, menurut Hilman, adalah jalan tengah yang seimbang dan moderat, yang mencerminkan prinsip-prinsip keadilan dan keseimbangan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Konsep Islam Wasathiyah ini sejalan dengan upaya Muhammadiyah dalam menghadirkan kemakmuran yang bersifat menyeluruh, baik dalam dimensi material maupun spiritual.

Hilman menjelaskan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah memiliki peran penting dalam menciptakan kemakmuran melalui empat pilar utama dalam RIB, yaitu: (1) Islam sebagai gerakan dakwah, (2) gerakan tajdid, (3) gerakan ilmu, dan (4) gerakan amal. Sebagai gerakan dakwah, Muhammadiyah terus berupaya menyebarkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan, membawa rahmat bagi seluruh alam, dan mendorong terciptanya kesejahteraan bagi masyarakat.

Gerakan tajdid dalam Muhammadiyah adalah upaya untuk terus melakukan pembaruan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, dan sosial.

Gerakan ilmu menjadi fondasi utama dalam membangun kemakmuran berbasis keilmuan terus dikembangkan oleh Muhammadiyah. Hilman menekankan bahwa kemakmuran tidak akan terwujud tanpa adanya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju.

Maka dari itu, Hilman menyampaikan pentingnya memperhatikan sekolah-sekolah Muhammadiyah agar kualitasnya bisa semakin baik. Selain itu, gerakan amal merupakan manifestasi nyata dari dakwah dan tajdid Muhammadiyah dalam bentuk amal usaha di berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial.

Hilman menjelaskan bahwa amal usaha Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia khususnya di Kabupaten Sleman adalah potensi besar untuk menciptakan kemakmuran bagi seluruh umat.

Dalam perspektif Muhammadiyah, kemakmuran adalah kondisi kehidupan yang mencerminkan kesejahteraan dan kemajuan, yang bersifat lahir dan batin, material dan spiritual, serta duniawi dan ukhrawi. Hilman menegaskan bahwa kemakmuran yang dicita-citakan Muhammadiyah adalah kemakmuran yang multidimensional, yang tidak hanya tercermin dalam kesejahteraan ekonomi, tetapi juga dalam kualitas kehidupan beragama, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial.

Muhammadiyah memiliki modal besar untuk mewujudkan kemakmuran ini melalui jaringan amal usaha yang telah berkembang pesat dan dikelola secara profesional. Hilman juga menyoroti pentingnya optimalisasi Lazismu khususnya Lazismu PDM Sleman sebagai instrumen utama dalam mendukung kemakmuran umat.

Lazismu memiliki potensi besar untuk mengelola dan mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah secara efektif dan tepat sasaran. Hilman mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk memperkuat peran Lazismu dalam mempercepat terciptanya kemakmuran yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan dana umat yang transparan dan profesional, Lazismu dapat menjadi motor penggerak utama dalam membangun kesejahteraan umat.

Selain itu, Hilman menekankan pentingnya ijtihad sebagai bagian dari strategi Muhammadiyah dalam menciptakan kemakmuran yang berkelanjutan. Ijtihad, dalam konteks ini, adalah upaya untuk menghadirkan solusi kreatif dan inovatif dalam menjawab tantangan kehidupan saat ini, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial.

Melalui pengajian ini, Prof. Hilman Latief mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus menghidupkan semangat dakwah dan tajdid dalam menghadirkan kemakmuran bagi semua.

Islam Wasathiyah dalam perspektif Muhammadiyah sebagai jalan tengah yang mencerminkan keadilan, keseimbangan, dan rahmat bagi seluruh alam harus menjadi landasan utama dalam menggerakkan peradaban yang maju dan berkeadilan.

Dengan memperkuat sinergi dalam dakwah, tajdid, ilmu, dan amal, Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk mewujudkan kemakmuran yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Sleman.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow