PCNA Girimulyo SINAU Rukti Jenazah Putri, Bekali Perempuan Muda dengan Ilmu Bermanfaat
KULON PROGO — Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Girimulyo kembali menghadirkan program pembinaan kader perempuan melalui kegiatan SINAU (Silaturahmi Nasyiatul Aisyiyah untuk Ukhuwah) dengan tema "Pelatihan Rukti Jenazah Putri Sesuai Syariat Islam". Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (24/5), di Pesantren Al Islah, Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo ini diikuti sekitar 40 peserta yang berasal dari PCNA Girimulyo serta undangan perwakilan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Pendoworejo.
Kegiatan ini terselenggara dengan hangat dan penuh semangat kebersamaan. Ketua panitia, Rizky Primastuti, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi para kader muda perempuan agar memiliki bekal pengetahuan yang memadai dalam menjalankan peran sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
“Pelatihan ini kami hadirkan agar para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keberanian dan kesiapan ketika dihadapkan pada kebutuhan riil di masyarakat. Rukti jenazah adalah ilmu penting yang perlu dikuasai oleh muslimah,” ujar Rizky.
Sebagai pemateri, hadir Kasidah, S.Pd.I. selaku pembina PCNA Girimulyo sekaligus anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Girimulyo. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pengurusan jenazah bukan sekadar keterampilan praktis, melainkan bagian dari tanggung jawab keislaman yang sarat nilai penghormatan dan kepedulian terhadap sesama.
“Merawat jenazah putri sesuai syariat merupakan amanah yang mulia. Ilmu ini sangat penting untuk diwariskan kepada generasi muda, agar ketika masyarakat membutuhkan, selalu ada kader yang siap membantu dengan benar dan penuh adab,” tutur Ibu Kasidah.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif, disertai praktik langsung sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah rukti jenazah secara lebih mendalam. Kehadiran peserta dari berbagai unsur, termasuk perwakilan PRA Pendoworejo, menambah semarak kegiatan sekaligus memperkuat jalinan ukhuwah antara Nasyiatul Aisyiyah dan persyarikatan di tingkat ranting.
Salah satu peserta, Laras, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Program ini sangat bermanfaat. Ilmunya bisa menjadi bekal ketika kami terjun di lingkungan masyarakat, terutama saat dibutuhkan dalam situasi yang memerlukan pengurusan jenazah,” ungkap Laras.
Hal serupa disampaikan Melani, peserta lainnya, yang berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, pelatihan tersebut memberi nilai tambah bagi perempuan muda untuk lebih siap berkhidmat di tengah masyarakat.
Ketua PCNA Girimulyo, Zubaida Rohmwati, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian PCNA Girimulyo dalam memberdayakan kaum muda, khususnya perempuan, di bidang sosial dan keagamaan.
“PCNA Girimulyo ingin terus hadir sebagai gerakan yang memberi manfaat. Melalui pelatihan seperti ini, kami berupaya menumbuhkan kader perempuan yang berilmu, peduli, dan siap berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Kegiatan semakin lengkap dengan kolaborasi bersama RS PKU Muhammadiyah Nanggulan yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan tersebut meliputi cek golongan darah dan tensi gratis, serta pemeriksaan asam urat, kolesterol, dan gula darah. Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah Muhammadiyah tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan umat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow