Muktamar XXIV IPM Jadi Gerbang Awal Satukan Langkah Ikatan

Muktamar XXIV IPM Jadi Gerbang Awal Satukan Langkah Ikatan

Smallest Font
Largest Font

MAKASSAR — Muktamar XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) resmi dibuka di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat (6/2). Mengusung tema “Membumikan Arah Baru IPM”, forum tertinggi IPM ini menjadi penanda awal penyatuan langkah gerakan pelajar Muhammadiyah dari seluruh penjuru Indonesia.

Muktamar merupakan permusyawaratan tertinggi IPM yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Forum ini menjadi ruang strategis untuk evaluasi kinerja organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan agar gerakan IPM semakin berdampak dan membumi di tengah realitas pelajar.

Kegiatan yang diikuti kader IPM se-Indonesia, baik secara luring maupun daring, ini dihadiri oleh Ketua Umum PP IPM Riandy Prawita, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, serta Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP IPM Riandy Prawita menyoroti perjalanan organisasi selama dua tahun enam bulan terakhir yang telah melahirkan ratusan program dengan jutaan manfaat. Ia menegaskan bahwa kerja-kerja kolektif IPM untuk membesarkan nama Muhammadiyah melalui gerakan pelajar terus dilakukan tanpa lelah.

Riandy juga menyampaikan harapannya agar IPM semakin adaptif dan hadir dalam keseharian pelajar, tidak semata diukur dari banyaknya program yang dijalankan.
“Mari bermuktamar dengan gembira dan penuh gagasan. Mari bersama wujudkan IPM dengan arah baru,” ujarnya dengan penuh haru.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa banyak program pemerintah yang berkaitan erat dengan peran anak muda sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Program-program tersebut sejalan dengan teologi al-Ma’un, mulai dari swasembada pangan, pemenuhan gizi, gerakan ekonomi rakyat, hingga pendidikan,” tutur pria yang akrab disapa Zulhas itu.

Menanggapi visi Indonesia Emas 2045, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan pentingnya tradisi keilmuan sebagai fondasi kemajuan bangsa.

“Kemajuan apa pun akan terasa hampa jika iman terlepas. Karena itu, jadilah pembaharu yang senantiasa memberi kebermanfaatan bagi semua,” pesannya.

Meski hujan sempat mengguyur Kota Makassar sejak pagi, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para kader IPM. Pembukaan Muktamar XXIV IPM berlangsung meriah dengan berbagai penampilan, di antaranya Marching Band, Tari Medley Nusantara, Tapak Suci, hingga Orkestra.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan peluncuran buku terbitan Lembaga Pustaka IPM sebagai bagian dari penguatan tradisi literasi di kalangan pelajar Muhammadiyah.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow