Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Kraton Perkuat Ideologi dan Kompetensi Muballigh-Muballighat

Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Kraton Perkuat Ideologi dan Kompetensi Muballigh-Muballighat

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Menjawab kebutuhan dakwah yang semakin beragam sekaligus mempersiapkan para muballigh-muballighat menghadapi Ramadan 1448 H, Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) bersama Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kraton Kota Yogyakarta menggelar Pelatihan Muballigh-Muballighat.

Mengusung tema “Revitalisasi Ideologi dan Peningkatan Kualitas Muballigh-Muballighat untuk Dakwah Islam Berkemajuan”, kegiatan berlangsung Ahad (20/9) di Aula Gedoeng Moehammadijah, Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 103, Yogyakarta.

Pelatihan diikuti jajaran PCM-PCA Kraton, para muballigh-muballighat Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari Cabang serta Ranting se-Kraton. Kegiatan juga melibatkan kawula muda, termasuk pimpinan dan kader Pemuda Muhammadiyah serta Nasyiatul ‘Aisyiyah.

Ketua Panitia, Drs. M. Syaifudin Hadi, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan tidak hanya menjadi ruang thalabul ilmi, tetapi juga sarana meningkatkan kecakapan berdakwah dengan mengedepankan hikmah dan keteladanan.

Sementara itu, sambutan PCM Kraton disampaikan Faruq Nafiuddin, S.T.P., S.Pd.I. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan yang dinilainya penting bagi penguatan dakwah Islam Berkemajuan di wilayah Kraton.

“Harapan kita semua, acara pelatihan yang sangat bagus ini tidak berhenti hanya di hari ini. Rencana RTL ke depan kita garap dengan serius dan berkelanjutan agar dakwah kita menjadi lebih meningkat kebermanfaatannya, tidak hanya bagi internal persyarikatan tetapi juga untuk masyarakat luas,” pesannya.

Materi pertama bertajuk “Ideologi dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah” disampaikan Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I., Ketua Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Ruslan menekankan bahwa setiap muballigh dan muballighat Muhammadiyah perlu memahami prinsip-prinsip manhaj tarjih dalam menjalankan aktivitas dakwah. Pemahaman tersebut, menurutnya, tidak dapat diperoleh secara instan, tetapi membutuhkan proses yang bertahap dan berkelanjutan.

“Karena kita semua adalah dai Muhammadiyah yang siap menyebarkan sikap dan pandangan hidup Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa para muballigh-muballighat merupakan garda terdepan gerakan dakwah Muhammadiyah, khususnya dalam menjalankan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar.

Dalam menjalankan peran tersebut, muballigh-muballighat perlu menghadirkan dakwah yang inklusif dan terbuka. Kemampuan membaca tidak cukup hanya pada teks, tetapi juga perlu memahami konteks agar pesan dakwah dapat disampaikan secara penuh hikmah.

Karena itu, pengayaan metode dan strategi dakwah menjadi bagian penting yang harus terus dikembangkan oleh para muballigh-muballighat.

Penguatan kemampuan membaca konteks dilanjutkan melalui materi “Sosiologi dan Manajemen Dakwah Muhammadiyah” yang disampaikan Dr. Khoiruddin Bashori, M.Si., Psikolog, Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah.

Khoiruddin menekankan pentingnya memahami realitas objek dakwah yang sangat beragam. Menurutnya, keberagaman karakter masyarakat menuntut muballigh-muballighat memiliki beragam strategi dalam menyampaikan pesan.

“Pahami peta sosial dan kecenderungan kultural, baru ajak kepada tujuan ideal. Jadi berdakwah itu harus mempertimbangkan situasi dan kondisi,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Pak Irud tersebut juga memaparkan penerapan konsep POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling) dalam aktivitas tabligh.

Menurutnya, manajemen tersebut dapat membantu muballigh-muballighat merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan dakwah secara lebih terarah. Evaluasi juga diperlukan, baik terhadap konten maupun metodologi yang digunakan dalam bertabligh.

Sementara itu, peningkatan kapasitas komunikasi dibahas melalui materi “Retorika dan Public Speaking dalam Bertabligh” yang disampaikan Sinta Maharani, S.Sos., M.I.Kom., Kepala Humas dan Protokol UNISA Yogyakarta sekaligus Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DI Yogyakarta.

Sinta menjelaskan pentingnya pembaruan metode dakwah agar tabligh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah semakin dinamis. Hal tersebut terutama penting di tingkat Cabang dan Ranting yang berhadapan langsung dengan jamaah.

Menurutnya, kemampuan retorika dan public speaking masih perlu terus diperkuat, terutama dalam membangun kepercayaan diri para muballigh-muballighat ketika menyampaikan materi di hadapan jamaah.

“Penguasaan public speaking sangat penting karena meski materi sama, dengan penyampaian yang berbeda maka capaiannya bisa berbeda,” tuturnya.

Namun, ia mengingatkan agar kemampuan komunikasi tidak diarahkan semata-mata untuk mengejar popularitas.

“Jangan mengejar popularitas, tetapi tabligh kita harus berdampak sesuai dengan misi dakwah pencerahan yang membebaskan, memberdayakan, dan memajukan,” pesannya.

Sebagai gerakan perkaderan, pelatihan tersebut juga memberikan ruang khusus bagi kader muballigh-muballighat muda untuk mempraktikkan kemampuan bertabligh.

Sesi keempat diisi dengan praktik bertabligh yang melibatkan para kader muda. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi generasi penerus dakwah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah Kraton.

Keterlibatan kader muda diharapkan dapat memperkuat kesinambungan gerakan dakwah di tingkat Cabang dan Ranting. Para kader juga diproyeksikan untuk mengambil peran lebih besar dalam aktivitas dakwah, termasuk tampil dalam tayangan khusus Ramadan melalui media sosial PCA dan PCM Kraton.

Melalui pelatihan tersebut, PCM dan PCA Kraton tidak hanya mempersiapkan muballigh-muballighat yang lebih kompeten secara ideologis dan metodologis, tetapi juga mendorong lahirnya dakwah yang semakin kontekstual, komunikatif, dan berdampak bagi masyarakat luas.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow