Pengajian Kelas F1.2 SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta: Menjaga Lisan, Menjaga Kehormatan

Pengajian Kelas F1.2 SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta: Menjaga Lisan, Menjaga Kehormatan

Smallest Font
Largest Font

Pepatah mengatakan, “Mulutmu harimaumu.” Ada pula perumpamaan, “Lidah lebih tajam daripada pisau.” Keduanya mengingatkan kita bahwa ucapan dapat melukai lebih dalam daripada benda tajam. Sering kali seseorang marah atau membenci orang lain hanya karena ucapan, meski awalnya bermaksud bercanda, namun telah melewati batas.

Allah Swt. memberikan pesan tegas dalam Surah Al-Baqarah ayat 83:

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ ۝٨٣


"(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, 'Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat.' Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang."

Dalam ayat ini Allah memerintahkan Bani Israil, dan juga kita sebagai umat Nabi Muhammad, untuk selalu berkata baik kepada siapa pun. Selain beribadah, berbuat baik, dan menolong sesama, menjaga ucapan merupakan bagian penting dari kesempurnaan iman.

Semua kebaikan dan keburukan yang kita lakukan akan dicatat oleh malaikat, termasuk apa yang keluar dari lisan dan jari-jari kita saat menulis di media sosial. Karena itu, kita harus menjauhi beberapa perilaku buruk berikut:

  1. Ghibah (menggunjing)
    Dalam Al-Qur'an, ghibah diibaratkan seperti “memakan bangkai saudara sendiri.” Selain berdosa, ghibah dapat menjerumuskan pelakunya kepada fitnah.

  2. Fitnah (menyebarkan berita bohong)
    Fitnah disebut lebih kejam daripada pembunuhan. Padahal, membunuh satu jiwa tanpa hak sama dengan membunuh seluruh manusia (Al-Maidah: 32).

  3. Namimah (adu domba)
    Mengadu domba merusak hubungan dan menimbulkan permusuhan di tengah masyarakat.

  4. Ucapan kasar
    Dalam QS. Al-Humazah ayat 1: “Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela.”
    Saat ini kata-kata kasar mudah ditemukan, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Jangan sampai kita menormalkan kata-kata yang tidak pantas.

  5. Perdebatan yang tidak produktif
    Berdebat hanya untuk menang tanpa mencari solusi justru menambah masalah dan merusak hubungan.

  6. Berkata bohong
    Salah satu ciri orang munafik adalah berkata dusta. Kebohongan merusak kepercayaan dan mematikan integritas.

  7. Bercanda berlebihan
    Bercanda boleh, tetapi harus terukur dan tidak menyakiti. Hindari menyinggung keluarga, fisik (body shaming), memanggil dengan nama yang tidak disukai, dan hal-hal yang merendahkan martabat orang lain.

Mari kita kendalikan lisan dan jari-jari kita. Ucapan adalah cermin keimanan dan cermin akhlak. Jangan sampai kita terjatuh dalam dosa hanya karena kecerobohan dalam berbicara maupun menulis.

Penulis: Miftakhul Falah
Pengajian Kelas Tahfidz (XI F1.1)
Selasa, 9 Desember 2025
Pembimbing: Ust. Rofiq Rizqi Adi, S.Pd.
(Wakaur Kesiswaan SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta)

Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow