LPPM UAD Gelar Pelatihan Guru PAUD Aisyiyah Pleret, Dorong Inovasi Pembelajaran Abad 21
BANTUL — Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan anak usia dini yang relevan dengan tantangan zaman, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk "Inovasi Pembelajaran Abad 21 untuk Mengoptimalkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kreatif di Era Kurikulum Merdeka Berbasis SDGs."
Kegiatan ini diikuti oleh para guru PAUD Aisyiyah se-Cabang Pleret dan berlangsung hangat serta penuh antusiasme. Bertempat di musala Baitussalam Wonokromo, Pleret, pelatihan diselenggarakan oleh tim dosen dari Program Studi PGPAUD, Pendidikan Matematika, dan PGSD FKIP UAD, yakni Febritesna Nuraini, Uswantun Khasanah, dan Kirana Prama Dewi, pada 18 April 2025.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Majelis PAUD dan Dikdasmen PCA Pleret, Ibu Darinem, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pendidikan karakter sejak dini.
"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Guru PAUD adalah fondasi masa depan, dan kegiatan semacam ini sangat membantu dalam menghadapi perubahan paradigma pendidikan," ujarnya.
Sesi utama pelatihan diisi oleh Febritesna Nuraini yang membawakan materi berjudul "Bagaimana Membangun Lingkungan yang Nyaman dengan Berkolaborasi Bersama Orang Tua?" Ia menekankan bahwa pendidikan abad ke-21 menuntut pendekatan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga kolaboratif.
"Peran orang tua tidak bisa dipisahkan dari proses pendidikan. Dengan menciptakan komunikasi dua arah dan membangun lingkungan yang mendukung, anak-anak akan lebih mudah mengembangkan potensi kritis dan kreatifnya," jelasnya.
Para peserta tampak aktif dalam sesi diskusi. Banyak guru membagikan pengalaman mereka serta menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan masing-masing.
Salah satu peserta, Ibu Lilik, guru PAUD dari Cabang Pleret Timur, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini.
"Materinya sangat relevan dengan kondisi kami di lapangan. Selama ini kami merasa kesulitan membangun komunikasi yang efektif dengan orang tua. Lewat pelatihan ini, saya jadi punya strategi baru," tuturnya.
Kegiatan ini tidak hanya memberi wawasan baru, tetapi juga memperkuat jejaring antar guru PAUD di lingkungan Aisyiyah. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan pendidikan PAUD yang adaptif, menyenangkan, dan berpihak pada tumbuh kembang anak secara holistik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow