Kolaborasi LP UMKM PWM DIY dan Bahana UMKM Bawa Produk UMKM ke Tanah Suci dan Raup Omzet Jutaan

Kolaborasi LP UMKM PWM DIY dan Bahana UMKM Bawa Produk UMKM ke Tanah Suci dan Raup Omzet Jutaan

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Produk-produk UMKM binaan Lembaga Pengembang UMKM (LP UMKM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil hadir menemani jamaah haji Indonesia di Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Ratusan produk makanan khas Indonesia terjual untuk jamaah haji dengan total omzet lebih dari Rp10 juta. Capaian ini menjadi buah dari program One Brand One UMKM yang digagas oleh LP UMKM PWM DIY bersama mitra distribusinya, Bahana UMKM Bergerak.

Bagi hasil dari program tersebut resmi diterima oleh LP UMKM PWM DIY pada Selasa, 17 Juni 2025, di sela rapat mingguan yang diadakan di Meet in Coffee, Yogyakarta.

Program One Brand One UMKM resmi diluncurkan pada bulan Ramadan, Maret 2026. Ketua LP UMKM PWM DIY, Farid Ma'ruf, menjelaskan bahwa waktu peluncuran tersebut bukan tanpa alasan. "Kami meluncurkan program ini di bulan puasa lalu karena kami mengejar masa haji. Jamaah sering membawa produk siap pakai, terutama makanan dari Indonesia," ujar Farid.

Farid juga menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama yang dihadapi UMKM binaan selama ini adalah pemasaran. Oleh karena itu, kehadiran Bahana UMKM Bergerak menjadi bagian penting dalam program ini. "Kami mencoba untuk meningkatkan kemampuan UMKM ini. Karena yang selalu menjadi persoalan di lapangan adalah bagaimana UMKM bisa menjual produknya. Bahana ini fokusnya ke UMKM, jadi mereka mau membantu teman-teman UMKM untuk memasarkan produk mereka," tambahnya.

Pada fase pertama, produk yang dipasarkan kepada jamaah haji meliputi RendangMu, SambalMu, SambalPecelMu, dan AbonMu. Menurut Farid, ide menargetkan jamaah haji muncul dari keresahan yang nyata. "Ide ini muncul karena ada kegelisahan dari jamaah yang rindu akan masakan khas daerah asal mereka, dalam hal ini makanan Indonesia," jelasnya.

Skema produksi dalam program ini dirancang secara fleksibel. Merek sepenuhnya dimiliki oleh LP UMKM, namun proses produksinya terbuka untuk UMKM di mana saja. "Merek ini milik LP UMKM, namun untuk produksinya bisa dari mana saja. Misalnya di Jawa Timur ada permintaan, kita bisa kerja sama dengan UMKM di sana. Atau jika produsen awal kewalahan, kita bisa bagi ke UMKM lain. Prosesnya sangat cair, dan harapan kami ini bisa ikut membantu pemberdayaan," papar Farid.

Dalam program ini, peran Bahana UMKM Bergerak tidak hanya sebatas distribusi, tetapi juga sebagai kurator produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran. Perwakilan Bahana UMKM Bergerak, Tetra Budiarto, menyampaikan harapannya agar program ini terus berlanjut. "Semoga berkah dan manfaat program ini bisa terus berjalan untuk memajukan UMKM yang ada di Indonesia, terutama di DIY," ujar Tetra.

Ke depan, LP UMKM PWM DIY tidak hanya membidik jamaah haji sebagai target pasar. Program ini juga diarahkan untuk menyasar jamaah umrah dan kegiatan keagamaan lainnya. Dalam rangka memperluas jangkauan tersebut, LP UMKM telah mengundang sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dari Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, dan Gunungkidul. "Harapannya nanti bisa silaturahmi lagi agar bisa lebih memaksimalkan kerja sama," tutup Farid.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow