Khotmil dan Haflah Al-Qur’an di MBS Wonopringgo, Santri Belia Asal Pekalongan ini Mampu Hafal 7 Juz

Khotmil dan Haflah Al-Qur’an di MBS Wonopringgo, Santri Belia Asal Pekalongan ini Mampu Hafal 7 Juz

Smallest Font
Largest Font

PEKALONGAN — Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Khotmil Al-Qur’an ke-14 dan Haflah Al-Qur’an ke-5 di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidz Qur’an Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (14/2). Momentum ini menjadi ajang syiar sekaligus panggung apresiasi atas capaian hafalan para santri.

Sebanyak 32 santri mengikuti Khotmil Qur’an Bil Ghaib, sementara enam qari dan hafidz tampil dalam rangkaian Haflah Al-Qur’an. Kegiatan ini tak sekadar seremoni, tetapi menjadi bagian dari upaya membumikan Al-Qur’an di lingkungan pesantren.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Dwi Afiliyani (16), siswi kelas XI. Dalam khataman tersebut, Dwi berhasil menorehkan hafalan 7 juz, melampaui target minimal 3 juz yang ditetapkan panitia.

“Awalnya memang sangat sulit, tapi saya berusaha terus. Alhamdulillah, hasilnya memuaskan,” ujar Dwi usai mengikuti rangkaian khataman.

Ia menuturkan, proses menghafal dilakukan secara bertahap: membaca ayat berulang-ulang, menghafalkannya, lalu mengulang kembali hingga benar-benar melekat dalam ingatan. Tantangan terberat baginya adalah menjaga konsistensi, terutama ketika lupa pada bagian akhir ayat.

“Kalau sudah lupa di akhir ayat, harus mengulang lagi dari bagian sebelumnya. Itu yang paling berat,” katanya.

Dalam keseharian, Dwi menargetkan dua blok hafalan setiap hari dengan capaian sekitar tiga halaman per bulan. Disiplin tersebut menjadi kunci keberhasilannya. Ia pun mengaku memiliki tujuan jangka panjang untuk meraih beasiswa pendidikan melalui jalur prestasi tahfidz.

“Perasaannya senang sekali, karena apa yang diusahakan akhirnya tercapai,” tuturnya.

Pengasuh MBS Wonopringgo, Saifurrohman, menjelaskan bahwa Haflah Al-Qur’an tahun ini terasa istimewa karena menghadirkan qari dan hafidz tingkat nasional hingga internasional. Salah satu tamu kehormatan yang hadir adalah Zahra Naswa, yang tahun sebelumnya batal hadir karena alasan kesehatan.

“Alhamdulillah tahun ini beliau bisa hadir. Tahun lalu sebenarnya sudah kami undang, tetapi berhalangan karena sakit,” ujarnya.

Menurut Saifurrohman, tema utama kegiatan tahun ini adalah membumikan Al-Qur’an. Pesantren ingin menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dihafalkan, tetapi juga dicintai serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini adalah milik para pecinta Al-Qur’an. Harapannya, kecintaan terhadap Al-Qur’an semakin bertambah dan mampu melahirkan prestasi hingga tingkat internasional,” jelasnya.

Melalui Khotmil dan Haflah Al-Qur’an ini, MBS Tahfidz Qur’an Wonopringgo menegaskan komitmennya mencetak generasi Qur’ani yang unggul secara akademik, berakhlak, serta siap berkontribusi bagi bangsa dan umat.

Jangan lewatkan informasi lebih lanjut berita lainnya di website kami. Ikuti informasi dan berita inspiratif lainnya di www.mediamu.com.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow