G2RT MU-EMAS (KmE1): Inovasi Model Kewirausahaan Berbasis Gotong Royong untuk Usia Emas Pertama di Indonesia
YOGYA – Sebuah terobosan model kewirausahaan bagi para purna tugas, Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur Muhammadiyah – Emas (KmE1), resmi diluncurkan. Inovasi yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia ini diperkenalkan dalam Seminar Masa Persiapan Pensiun (MPP) Tahap 2 bertajuk "Inkubasi Entrepreneur PKU Muhammadiyah". Kegiatan selama dua hari ini diselenggarakan oleh LAZISMU PKU Muhammadiyah bekerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah Gamping dan Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil Menengah (LP UMKM) Muhammadiyah pada Rabu (2/7), serta diikuti oleh 20 karyawan RS PKU Muhammadiyah Gamping yang memasuki masa pensiun.
Acara yang berlangsung di Masjid K.H. Sudja ini dibuka oleh Juang Kurniawan S, M.Pd.B.I, Ketua Bidang Industri Mikro & Kecil, LP UMKM PWM DIY, sekaligus Anggota Komtek 03 – 13 SNI G2RT. Sesi utama dilanjutkan dengan paparan dari Rika Fatimah P.L., ST, M.Sc., Ph.D, Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur, yang juga Wakil Ketua Komtek 03 – 13 SNI G2RT dan Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam materinya yang berjudul “G2RT MU – EMAS (KmE): Manajemen Ikonik (Visioner) Bisnis (& Legalitas)”, Rika Fatimah menekankan bahwa ruh ekonomi Indonesia adalah Ekonomi Pancasila yang berlandaskan lima prinsip visioner. Ia mengartikan visioner sebagai kemampuan menciptakan visi realistis dan kredibel yang mendorong pertumbuhan jangka panjang, melampaui kemampuan manusia untuk sekadar 'mengatur'.
"Orang yang visioner itu berarti orang yang selalu berdoa, tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk pasangan, anak, orang tua, juga masyarakat sekitar. Sikap visioner ini merupakan investasi jangka panjang pada seseorang untuk memunculkan sifat ikhlas, pasrah, dan Lillahi Ta'ala kepada Allah SAW," tutur Rika Fatimah. Ia menambahkan, sikap ini sejalan dengan peribahasa Jawa "alon-alon waton kelakon" yang bermakna tindakan sabar dengan perencanaan matang, bukan sekadar lamban. Sifat ikhlas, pasrah, dan Lillahi Ta'ala ini penting dalam berwirausaha maupun kehidupan sehari-hari, mengajarkan syukur atas rezeki yang tak hanya finansial, namun juga kelapangan dan kemudahan.

Rika Fatimah juga menyoroti bahwa sebagian besar UMKM di Indonesia masih sebatas "berjualan" alih-alih "berbisnis," dengan tolok ukur omzet. Padahal, umat Muslim seharusnya meyakini bahwa yang dicari adalah "rezeki" yang porsinya telah dijamin oleh Allah SWT. "Semangat rezeki tersebut digerakkan kembali dalam Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur," ujarnya.
G2R Tetrapreneur: Model Inovasi Berkelanjutan untuk Kemandirian Ekonomi
G2R Tetrapreneur merupakan model inovasi gotong royong wirausaha berkelanjutan yang bertujuan menciptakan kemandirian dan kewibawaan produk asli Indonesia menuju kancah global. Model ini fleksibel dan telah diimplementasikan dalam berbagai skala, tidak hanya desa tetapi juga komunitas dan instansi. Contohnya adalah G2R Tetrapreneur Komunitas Kuliner (G2RT KmK4) binaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, serta implementasi oleh LP UMKM Muhammadiyah PWM DIY.
Sejalan dengan hal tersebut, para pensiunan karyawan RS PKU Muhammadiyah Gamping, dengan pendampingan dari LazisMU DIY dan LP-UMKM PWM DIY, membentuk G2RT Komunitas Emas Pertama (G2RT MU KmE1). Rika menjelaskan, "G2RT KmE1 ini memiliki pergerakan khas mengikuti karakter komunitasnya yaitu pensiun para karyawan RS PKU Muhammadiyah Gamping. Komunitas pensiun atau emas tersebut memiliki profil profesional yang mumpuni sehingga kemampuan manajerial sangat sesuai jika diarahkan pada model bisnis hilir yang bekerja sama dengan produk unggulan (PU) G2RT dari kabupaten se-DIY, baik pedesaan, perkotaan, maupun G2RT komunitas lainnya."
Produk-produk dari Unit G2RT terjamin kualitasnya dan memiliki standarisasi G2R Tetrapreneur (SNI G2RT), yang telah melalui proses produksi, pengemasan, hingga manajerial bergotong royong. Mirip dengan standar ISO, SNI G2R Tetrapreneur mengatur pelaku usaha untuk memproduksi produk kualitas global tanpa meninggalkan jati diri bangsa, yaitu gotong royong, dengan struktur standarisasi yang jelas.
G2RT MU KmE1 akan dijalankan oleh sembilan orang kepengurusan inti, atau disebut Tim 9, yang terdiri dari Ketua, Ambassador, Manajer Tim, Operasional Keuangan, Memahami Keuangan, Operasional Produk Unggulan, Memahami Produk Unggulan, Memahami Pasar, dan Memahami Pesaing. Kepengurusan Tim 9 ini akan diperkuat oleh keanggotaan masing-masing fungsi harian dan kerjanya, yang akan terus berkembang sesuai dengan jumlah keanggotaan G2RT MU KmE1 di masa mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow