Dorong Peran Perempuan di Ruang Publik, Guru Besar UMY Beri Orasi di ‘Aisyiyah Tempel

Dorong Peran Perempuan di Ruang Publik, Guru Besar UMY Beri Orasi di ‘Aisyiyah Tempel

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Menuju Indonesia Emas, pemenuhan hak-hak demokrasi seluruh warga negara menjadi fondasi penting bagi pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Namun hingga kini, partisipasi dan kepemimpinan perempuan di ruang publik, terutama di tingkat lokal dan desa, masih relatif rendah dibandingkan laki-laki.

Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya pengakomodasian kebutuhan, aspirasi, serta kepentingan perempuan dan anak dalam proses pengambilan kebijakan publik. Rendahnya literasi mengenai hak-hak perempuan, keterbatasan kapasitas kepemimpinan, serta minimnya pendampingan advokasi masih menjadi tantangan yang dihadapi perempuan dalam mengakses dan memanfaatkan ruang-ruang demokrasi.

Hal tersebut disampaikan Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Nur Azizah, M.Si., saat mempresentasikan gagasannya di hadapan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tempel, Sleman, pada Ahad (1/3).

Dalam paparannya, Nur Azizah menyoroti masih rendahnya tingkat partisipasi perempuan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam tata kelola birokrasi di Kabupaten Sleman. Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar untuk berperan dalam pembangunan jika diberi ruang, kapasitas, dan dukungan yang memadai.

Ia juga mengingatkan bahwa peran strategis perempuan telah dicontohkan sejak masa Nabi Muhammad SAW. Di antaranya Siti Khadijah yang berperan penting dalam mendukung dakwah Nabi, serta Aisyah yang dikenal sebagai sosok perempuan berilmu dan menjadi rujukan umat dalam berbagai persoalan keagamaan.

Selain itu, sejarah juga mencatat keberanian perempuan seperti Nusayba binti Ka’ab yang ikut bertempur dalam Perang Uhud. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, terdapat pula tokoh perempuan seperti Laksamana Malahayati dari Aceh yang dikenal mampu mengalahkan Cornelis de Houtman.

Orasi yang disampaikan dengan penuh semangat tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang seluruhnya merupakan perempuan dari lingkungan Muhammadiyah Cabang Tempel.

Wakil Ketua PCA Tempel, Banun Rohyatiningsih menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Ia menilai kegiatan ini dapat menjadi penyemangat bagi para pimpinan dan anggota ‘Aisyiyah di Tempel untuk semakin aktif dalam kehidupan sosial dan mendorong partisipasi perempuan dalam birokrasi pemerintahan.

“Program ini memberi motivasi kepada kami untuk lebih aktif dan mendorong warga ‘Aisyiyah agar terlibat dalam berbagai ruang publik, termasuk dalam birokrasi pemerintahan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan hibah kepada mitra kegiatan, yakni PCA Tempel, berupa modal untuk pembelian bibit indukan ternak domba. Program ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang kelak menjadi salah satu sumber pendanaan bagi berbagai kegiatan ‘Aisyiyah di Tempel.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow