Dadang Kahmad Tekankan Peran Strategis Media Afiliasi Muhammadiyah di Era Digital
JAKARTA — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si., menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi. Muhammadiyah harus hadir sebagai produsen informasi yang berkualitas, terpercaya, mencerahkan, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat
Hal tersebut disampaikan saat membuka Pembukaan Jambore ke-3 Media Afiliasi Muhammadiyah pada Rabu (12/8) di Auditorium dr. Syafri Guricci, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Mengawali amanatnya, Dadang menyoroti pergeseran pola konsumsi informasi masyarakat dari era media konvensional seperti surat kabar, radio, dan televisi hitam-putih ke era smartphone. Dadang mengingatkan tantangan derasnya arus informasi saat ini, bahkan semua orang bisa menjadi pembuat dan penyebar berita, publik justru dihadapkan pada banjir informasi yang kerap bercampur dengan hoax, provokasi, dan berita palsu.
Mengutip surah An-Nur ayat 11-20, ia menekankan pentingnya penerapan prinsip tabayyun sebagai etika utama pengelolaan media Muhammadiyah. Ayat tersebut juga sebagai panduan etika jurnalistik Islam dalam merespons dan memverifikasi pemberitaan palsu.
"Kecepatan tidak boleh mengalahkan ketepatan. Popularitas tidak boleh mengalahkan kebenaran. Kepentingan mendapatkan perhatian publik tidak boleh mengalahkan akhlak serta tanggung jawab," lanjutnya.
Maka, menurut Dadang, Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah bukan sekadar ajang berkumpul atau berdiskusi soal pengelolaan media teknis. Lebih dari itu, forum ini menjadi momentum krusial untuk memperkokoh kesadaran kolektif bahwa media merupakan pilar strategis gerakan Muhammadiyah di tengah lanskap digital yang berubah sangat cepat.
Dadang mengajak para pengelola media untuk memanfaatkan peluang teknologi digital modern, mulai dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), media sosial, video pendek, podcast, live streaming, hingga mesin pencari. Dengan teknologi tersebut, gagasan kader, dakwah ustadz, maupun pemikiran peneliti Muhammadiyah dapat menjangkau pemirsa global secara luas.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa penguasaan perangkat teknis seperti kamera, desain, dan editing harus diimbangi dengan wawasan keislaman, kemuhammadiyahan, literasi digital, serta integritas moral.
"Tujuan akhir media Muhammadiyah bukan sekadar mengejar viralitas atau jumlah pengikut, melainkan menghadirkan manfaat nyata dan perubahan positif di tengah masyarakat. Bukan sekadar memperbesar jumlah pengikut, tapi memperbesar pengaruh kebaikan," ujarnya.
Ke depan, Dadang mendorong terbangunnya ekosistem media Muhammadiyah yang terintegrasi dari tingkat pusat, wilayah, daerah, perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, amal usaha, hingga organisasi otonom dan komunitas kader.
Ia mengusung semangat "Satu Gerakan Banyak Kanal" atau "Banyak Kanal Satu Nilai". Prinsip ini berarti jaringan media Muhammadiyah boleh memiliki beragam platform dan gaya komunikasi yang bervariasi, namun wajib mengusung nilai dasar yang sama, yaitu Islam Berkemajuan, ilmu pengetahuan, kemanusiaan, kebangsaan, dan kemaslahatan.
Mengakhiri amanatnya, Prof. Dadang Kahmad menyampaikan harapannya agar penyelenggaraan Jambore ke-3 Media Afiliasi Muhammadiyah ini menghasilkan tiga output konkret, yaitu peningkatan kapasitas, kualitas, dan kolaborasi. Dengan tiga pencapaian tersebut, Media Afiliasi Muhammadiyah diharapkan tidak hanya menjadi sekadar jaringan informasi internal, melainkan tumbuh menjadi kekuatan media digital nasional dan mampu membawa nilai-nilai Islam Berkemajuan di masyarakat luas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow