Cabang
Budaya Sekolah dan Penghormatan Guru Warnai Pelepasan 421 Murid SMA Muhi
Smallest Font
Largest Font
YOGYAKARTA — Pelepasan 421 murid kelas XII SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta tahun ajaran 2025/2026 tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga menampilkan kuatnya budaya sekolah yang dibangun selama bertahun-tahun. Kegiatan yang berlangsung di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (7/5), dipenuhi nuansa penghormatan terhadap guru, penguatan karakter, dan pesan moral bagi para lulusan sebelum melangkah ke jenjang berikutnya.
Suasana haru mulai terasa sejak rangkaian acara berlangsung pada pagi hari. Penampilan seni, pemutaran video perjalanan kelas XII, hingga kirab pimpinan sekolah dan wali kelas menjadi bagian dari refleksi perjalanan tiga tahun para murid di SMA Muhi. Momen paling emosional terlihat saat sesi bakti guru yang digelar menjelang akhir acara. Tangis haru pecah ketika para guru yang telah lama mengabdi mendapatkan penghormatan dari para murid sebagai bentuk rasa terima kasih atas pendampingan dan dedikasi selama proses pendidikan.
Ketua Komite Sekolah, Fathul Wahid, menilai SMA Muhi memiliki kultur belajar yang berbeda karena mampu memadukan suasana kompetitif dengan kedekatan kekeluargaan. Menurutnya, sekolah tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga menanamkan adab, toleransi, dan kemampuan hidup bersama dalam keberagaman.
“Sekolah ini tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun karakter, menghargai perbedaan, dan menciptakan lingkungan belajar yang sehat,” ujarnya dalam sambutan.
Pandangan serupa juga disampaikan Plt. Kepala Sekolah, Drs. Herynugroho, M.Pd. Ia menegaskan bahwa dunia setelah sekolah akan menghadapkan lulusan pada tantangan baru, terutama perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan globalisasi yang semakin cepat. Karena itu, ia berharap para lulusan tetap menjadikan nilai-nilai yang diperoleh di SMA Muhi sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, budaya sekolah yang kuat turut tercermin dari capaian prestasi SMA Muhi yang mencapai 736 penghargaan tingkat regional hingga internasional. Prestasi tersebut disebut bukan sekadar hasil kompetisi, tetapi buah dari kebiasaan sekolah yang mendorong murid untuk terus berkembang setiap hari.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag. berpesan agar para lulusan tetap menjaga identitas sebagai kader Muhammadiyah di tengah perubahan zaman. Ia mengingatkan pentingnya menjaga salat, menghormati orang tua dan guru, serta membangun pergaulan yang beradab ketika memasuki dunia perguruan tinggi maupun masyarakat luas.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dengan pengalungan, prasetya alumni, dan pelepasan atribut murid. Dalam kesempatan itu diumumkan wisudawan terbaik diraih oleh Muhammad Athalla Sheehan dari kelas XII G.
Ketua panitia, Bayu Dwi Pinto Kurniawan, S.Sos. menyebut pelepasan ini menjadi simbol perjuangan panjang seluruh murid yang telah melewati berbagai tantangan selama masa pendidikan. Ia menilai keberhasilan lulusan tidak hanya diukur dari kelulusan formal, tetapi juga dari proses pembentukan karakter dan kedisiplinan selama belajar di sekolah.
Dengan suasana yang hangat dan penuh penghargaan terhadap guru, pelepasan tahun ini memperlihatkan bahwa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta tidak sekadar menyiapkan lulusan berprestasi, tetapi juga berupaya membentuk generasi yang berkarakter, beradab, dan siap memberi manfaat bagi masyarakat.
Editors Team
M. Fajrul Falaq
Author
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow