YOGYAKARTA — Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) telah memasuki usia ke-61 tahun, pada 18 Juli lalu . Kendati demikian, rangkaian seremonial peringatan dilaksanakan pada tanggal 23-24 Juli 2022 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penetapan DIY sebagai tuan rumah Milad 61 IPM ditetapkan di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Bali pada 10 Desember 2021 lalu.

Peringatan Milad IPM kali  ini akhirnya dilaksanakan secara luring setelah dua tahun terakhir selalu dilaksanakan secara daring. Tentunya, ini menjadi kebahagiaan sendiri terutama bagi PW IPM DIY sebagai panitia lokal (panlok), sebab di peringatan milad kali ini, mereka sebagai tuan rumah bertekad membawa spirit kembali ke Jogja.

ads

Dengan demikian, diharapkan para kader IPM kembali bisa menumbuhkan semangat dakwah Muhammadiyah. Pada kesempatan ini, IPM DIY mampu mengambil semangat kembali setelah dua tahun berdakwah secara daring, seperti yang disampaikan oleh Yusril Ahmad Alfikri, Ketua Panlok Milad 61 IPM.

“Dengan terlaksananya Milad 61 IPM di DIY, harapannya peserta mampu mengambil spirit Muhammadiyah langsung dari kota lahirnya Muhammadiyah, yaitu Yogyakarta,” ucap Fikri.  

Senada dengan Fikri, Racha Julian Chairurrizal selaku Ketua Umum PW IPM DIY menganggap dengan ditetapkannya DIY sebagai tuan rumah, tak hanya sekadar bertanggung jawab memeriahkan seremonial milad saja. Lebih dari itu, bertanggung jawab dalam memberikan kemeriahan dalam ide, gagasan, dan gerakan IPM kedepannya.

“Kalau Muktamar 1 Abad Muhammadiyah membawa spirit ke Jogja kita kembali, maka di milad kali ini, PW IPM DIY membawa spirit dari Jogja untuk Indonesia,” jelasnya.

Adapun, peringatan milad tahun ini dikemas sedikit berbeda dari pelaksanaan milad IPM sebelumnya. Untuk tahun ini, tak hanya berupa perayaan atau resepsi saja, melainkan juga diisi dengan serangkaian kegiatan yang dilangsungkan selama dua hari, yaitu Sabtu (23/7) dan Ahad (24/7).

Rangkaian peringatan milad diawali dengan wisata historis Muhammadiyah pada hari Sabtu Pagi. Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk kenal lebih dekat dengan sejarah Muhammadiyah dengan mengunjungi tempat yang menjadi saksi bisu berdirinya Muhammadiyah. Beberapa,tempat yang dijadikan destinasi, seperti Kampung Kauman Yogyakarta, yang memiliki keterkaitan erat dengan berdirinya Muhammadiyah, serta Kotagede.

Resepsi milad dilaksanakan pada Sabtu (24/7) malam. Resepsi milad dilaksanakan di Hall Societet Taman Budaya Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta  dari seluruh Indonesia. Selain dihadiri oleh pimpinan IPM se-Indonesia, juga hadir Wakil Menteri  Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni, yang juga merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat IPM periode 2000-2002. Selain itu, terdapat beberapa acara di dalam resepsi milad, antara lain: IPM Award, launching Meena, lagu milad dari PW IPM DIY, pementasan drama Antidote, dan masih banyak lagi.

Rangakaian agenda milad ditutup dengan wisata ke beberapa destinasi wisata di DIY, Ahad (24/7). Tempat yang dikunjungi, seperti: Kraton Kasultanan Ngayogyakarta, Makam Panembahan Senopati, Rumah Tradisional Sri Subening, dan Pantai Ngobaran-Nguyahan Gunungkidul. (*)


Wartawan: Dzikril Firmansyah