Prabowo Tampil Perdana di PBB: Dari Swasembada Beras hingga Komitmen Iklim yang Mengejutkan Dunia!

Prabowo Tampil Perdana di PBB: Dari Swasembada Beras hingga Komitmen Iklim yang Mengejutkan Dunia!

Smallest Font
Largest Font

Internasional - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pidato perdananya di Sidang Majelis Umum PBB pada 23 September 2025, menekankan posisi strategis Indonesia di panggung global. Sebagai negara berkembang, Indonesia mendapat kesempatan berbicara di urutan ketiga, setelah Brasil dan Amerika Serikat, yang menunjukkan pengaruhnya dalam diplomasi dunia. Pidato tersebut membahas berbagai isu penting, mulai dari ketahanan pangan hingga komitmen terhadap perubahan iklim, serta perdamaian global.

Dalam hal ketahanan pangan, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras pada tahun 2025, dengan hasil yang cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik dan bahkan mulai mengekspor beras ke negara-negara lain, termasuk Palestina. Indonesia kini berkomitmen untuk menjadi lumbung pangan dunia dalam beberapa tahun ke depan, dengan fokus pada keberlanjutan dan inovasi dalam sektor pertanian.

Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan global dan bagaimana Indonesia dapat memberikan kontribusi besar di sektor ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan pertanian yang ramah lingkungan serta investasi dalam teknologi yang dapat meningkatkan hasil pertanian. Dengan langkah ini, Indonesia bertujuan memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan cukup untuk masa depan.

Pidato tersebut juga menyoroti isu perubahan iklim yang menjadi ancaman nyata bagi Indonesia, terutama terkait dengan kenaikan permukaan laut yang dapat berdampak pada wilayah pesisir. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa permukaan laut di pantai utara ibu kota Jakarta meningkat lima sentimeter per tahun, yang dapat menambah risiko bencana alam. Untuk itu, Indonesia berkomitmen penuh terhadap Perjanjian Paris 2015 dengan target emisi nol bersih pada tahun 2060, atau lebih cepat.

Selain itu, Indonesia berencana untuk melakukan reforestasi pada lebih dari 12 juta hektare hutan terdegradasi, yang diharapkan dapat mengurangi dampak perubahan iklim. Langkah lain yang diambil adalah peralihan menuju energi terbarukan, dengan mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang dapat merusak lingkungan. Indonesia berharap dapat menjadi contoh negara berkembang dalam menghadapi tantangan perubahan iklim secara global.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengangkat isu perdamaian dunia, khususnya terkait dengan konflik Palestina. Ia menyerukan solusi dua negara sebagai jalan keluar dari konflik antara Palestina dan Israel. Menurutnya, perdamaian yang sejati hanya dapat tercapai dengan pengakuan hak-hak rakyat Palestina serta jaminan keamanan bagi Israel. Indonesia berkomitmen untuk mendukung upaya perdamaian ini dan aktif dalam proses diplomatik yang membawa kedua belah pihak menuju kesepakatan damai yang berkelanjutan.

Prabowo juga menegaskan peran penting PBB dalam menjaga tatanan dunia yang adil dan berkelanjutan. Indonesia siap berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia dengan mengirimkan pasukan perdamaian serta mendukung keuangan untuk misi PBB. Komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama internasional ini menegaskan peran aktif Indonesia dalam memajukan kedamaian dan keadilan global, serta memberikan dampak positif bagi komunitas internasional.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow