PP Muhammadiyah dan Qatar Jajaki Kerja Sama Pendidikan, Kesehatan, dan SDM
YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (3/8). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama strategis di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan Qatar menunjukkan komitmen untuk membangun kolaborasi dengan Muhammadiyah, terutama dalam pengembangan pendidikan, mulai dari studi Islam hingga bidang sains.
Salah satu peluang yang dibahas ialah kerja sama di sektor kesehatan. Menurut Haedar, Pemerintah Qatar membuka peluang bagi lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, khususnya dari bidang kedokteran dan kesehatan, untuk berkarier di negara tersebut.
"Khusus untuk kesehatan dan kedokteran, Dubes Qatar bahkan sangat menantikan lulusan dari Kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk dapat datang ke Qatar. Selama ini terdapat sekitar 30 ribu tenaga kesehatan dan perawat yang bekerja di sana, tetapi jumlah yang berasal dari Indonesia masih belum banyak. Karena itu, Qatar sangat berharap dapat menjalin kerja sama dengan Muhammadiyah," ujar Haedar.
Selain membahas peluang kolaborasi, pertemuan tersebut juga menjadi ajang mempererat hubungan antara Muhammadiyah dan Qatar. Haedar mengungkapkan bahwa Duta Besar Qatar menyampaikan apresiasi atas ucapan belasungkawa Muhammadiyah atas wafatnya mantan Emir Qatar, Syeikh Hamad bin Khalifa Al Thani, pada 12 Juli 2026.
Haedar menilai Syeikh Hamad sebagai salah satu pemimpin Arab yang memiliki perhatian besar terhadap isu-isu kemanusiaan, khususnya perjuangan rakyat Palestina. Ia mengingatkan bahwa Syeikh Hamad menjadi kepala negara pertama yang mengunjungi Jalur Gaza pada 23 Oktober 2012 dengan menembus blokade Israel sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina.
"Muhammadiyah merasa kehilangan karena Amir Hamad bin Khalifa Al Thani adalah tokoh yang menonjol, pemimpin Arab yang berani, dan memelopori kunjungan ke Gaza, Palestina, pada tahun 2012," kata Haedar.
Menurutnya, kepemimpinan Syeikh Hamad turut meletakkan fondasi pembangunan Qatar sebagai negara modern. Upaya tersebut kemudian dilanjutkan oleh Emir Qatar saat ini, Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang membawa Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022.
Di akhir pertemuan, Haedar menyampaikan bahwa Duta Besar Qatar juga mengundang Muhammadiyah untuk melakukan kunjungan balasan ke Qatar guna membahas lebih lanjut peluang kerja sama yang telah dijajaki.
"Tentu juga karena beliau mengundang kami untuk ke Qatar, kami akan merencanakan untuk berbalas datang ke Qatar selain nanti juga berkunjung ke Kedubes Qatar di Jakarta," ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow