Pengabdian Internasional UAD di Tiongkok Perkuat Literasi Keamanan Siber dan Anti-Penipuan Digital

Pengabdian Internasional UAD di Tiongkok Perkuat Literasi Keamanan Siber dan Anti-Penipuan Digital

Smallest Font
Largest Font

GUANGZHOU — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional di Republik Rakyat Tiongkok sebagai bagian dari komitmen penguatan kapasitas masyarakat Indonesia di era ekonomi digital global. Kegiatan yang dilaksanakan bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Tiongkok ini mengangkat tema “Inklusivitas Ekonomi Digital: Literasi Keamanan Siber dan Anti-Penipuan Online bagi Pelaku Usaha Lintas Negara Indonesia–Tiongkok”.

Program ini dilatarbelakangi meningkatnya aktivitas perdagangan digital antara Indonesia dan Tiongkok melalui marketplace, media sosial, dan platform pembayaran internasional. Di sisi lain, tingginya transaksi lintas negara juga memunculkan berbagai risiko penipuan digital, seperti phishing, supplier palsu, invoice manipulatif, hingga pembajakan akun marketplace yang banyak menimpa pelaku UMKM, mahasiswa, dan diaspora Indonesia di Tiongkok.

Tim pengabdian UAD terdiri atas Muhammad Aziz, S.T., M.Cs., Ph.D. sebagai ketua, dengan anggota Rusydi Umar, S.T., M.T., Ph.D. dan Ibdal, S.Si., M.Sc., Ph.D. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Indonesia di China sebagai Digital Safety Ambassadors yang membantu proses pendampingan, penerjemahan materi, serta edukasi literasi digital bagi peserta.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai transformasi ekonomi digital Indonesia–Tiongkok, peluang UMKM Indonesia memasuki pasar global, serta berbagai ancaman keamanan siber yang saat ini banyak terjadi dalam perdagangan digital lintas negara. Materi juga membahas tren ekonomi digital 2026, termasuk live commerce, AI marketing, dan pembayaran internasional berbasis digital.

Rusydi Umar menjelaskan bahwa keamanan digital saat ini bukan lagi sekadar persoalan teknis, tetapi telah menjadi bagian penting dari keberlanjutan bisnis. Menurutnya, banyak pelaku usaha yang fokus pada penjualan, tetapi masih lemah dalam perlindungan akun, verifikasi transaksi, dan keamanan data pelanggan.

“Pelaku usaha harus memahami bahwa ancaman terbesar bukan hanya virus komputer, tetapi manipulasi manusia melalui phishing, social engineering, dan penipuan pembayaran. Karena itu, literasi keamanan digital menjadi kebutuhan utama dalam perdagangan lintas negara,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dikenalkan pada berbagai modus penipuan yang sering terjadi dalam transaksi Indonesia–Tiongkok, seperti supplier palsu, perubahan rekening pembayaran secara tiba-tiba, bukti transfer editan, hingga penyalahgunaan akun marketplace. Peserta diberikan simulasi kasus dan langkah-langkah mitigasi, mulai dari penggunaan password yang kuat, aktivasi two-factor authentication (2FA), pengecekan legalitas supplier, hingga teknik verifikasi pembayaran yang aman.

Selain aspek teknis, program ini juga mengintegrasikan nilai Islam Berkemajuan dalam aktivitas ekonomi digital. Materi menekankan pentingnya amanah, kejujuran, profesionalisme, dan prinsip tabayyun dalam transaksi digital lintas negara. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan dalam ekosistem bisnis global yang semakin kompleks.

Kegiatan ini diikuti oleh pelaku usaha diaspora Indonesia, mahasiswa Indonesia di Tiongkok, serta PCIM Tiongkok yang aktif dalam perdagangan dan ekonomi digital. Peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan simulasi anti-penipuan yang disajikan secara interaktif melalui pendekatan hybrid.

Selain pelatihan, tim pengabdian juga menyusun modul literasi keamanan siber dwibahasa Indonesia–Mandarin, pengembangan Digital Vulnerability Assessment (DVA), serta penyusunan SOP verifikasi transaksi digital lintas negara sebagai bagian dari luaran program.

Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan internasional ini dapat terlaksana dengan baik. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada PCIM Tiongkok, mahasiswa Indonesia di Tiongkok, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan.

Melalui program ini, UAD berharap dapat memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia–Tiongkok yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan literasi keamanan siber bagi masyarakat Indonesia di tingkat global.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow