Muhammadiyah Resmikan Suryavena, Perkuat Ekosistem Industri Kesehatan Persyarikatan
YOGYAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, meluncurkan produk bahan medis habis pakai Suryavena di SM Tower Yogyakarta, Kamis (23/7). Peluncuran ini menjadi langkah strategis Muhammadiyah dalam memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangun ekosistem industri kesehatan yang mandiri dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Haedar menegaskan bahwa kehadiran Suryavena tidak sekadar menghadirkan produk kesehatan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat sinergi antaramal usaha Muhammadiyah, khususnya jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-'Aisyiyah (RSMA).
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan Muhammadiyah menjalin berbagai kemitraan dengan pihak eksternal harus diimbangi dengan penguatan kolaborasi di lingkungan internal.
"Bagi seluruh institusi yang ada di Persyarikatan Muhammadiyah, lebih khusus seluruh rumah sakit kita yang berjumlah lebih dari 130, kerja sama ini diharapkan semakin mengokohkan konsolidasi internal agar kita makin kuat," ujar Haedar.
Menurutnya, konsolidasi internal memiliki modal yang kuat karena seluruh RSMA berada dalam satu naungan Persyarikatan dengan nilai, visi perjuangan, dan sistem kelembagaan yang sama.
Haedar juga menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan satu kesatuan organisasi. Perbedaan tugas dan fungsi di antara organisasi otonom maupun amal usaha tidak menghilangkan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi Persyarikatan.
"Perbedaan tugas dan fungsi tidak membuat kita terpisah-pisah. Karena itu, logika kesatuan harus terus kita jaga," katanya.
Karena itu, Haedar mengajak seluruh jaringan RSMA untuk berkomitmen menggunakan produk medis Suryavena sebagai wujud nyata penguatan kolaborasi sekaligus kemandirian ekonomi di lingkungan Muhammadiyah.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, menyebut peluncuran Suryavena sebagai tonggak penting dalam membangun kolaborasi pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat industri kesehatan Muhammadiyah.
"Kesepakatan ini harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Mari kita kawal bersama agar benar-benar dapat diwujudkan," ujarnya.
Agus menjelaskan, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah saat ini tengah mengembangkan Ekosistem Kesehatan Muhammadiyah. Setelah sebelumnya berfokus pada penguatan sumber daya manusia, pengembangan kini diarahkan pada pembangunan industri kesehatan yang berkelanjutan serta penguatan sirkulasi ekonomi di sektor kesehatan.
Menurutnya, ekosistem tersebut dibangun melalui empat pilar utama, yakni penyediaan sumber daya manusia melalui institusi pendidikan, pelayanan kesehatan melalui rumah sakit, penguatan kesehatan masyarakat, serta pengembangan industri kesehatan yang mampu memenuhi kebutuhan layanan medis secara mandiri.
Melalui peluncuran Suryavena, Muhammadiyah berharap dapat memperkuat kemandirian dalam penyediaan bahan medis habis pakai sekaligus mempererat sinergi antaramal usaha di bidang kesehatan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kesehatan Muhammadiyah yang terintegrasi, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow