Mengaji dan Saling Memaafkan: Ustaz Mahfud KA Berbagi Ilmu di Anak Muda Mengaji Depok
SLEMAN – Kegiatan Syawalan warga Muhammadiyah telah diadakan di berbagai daerah se-Daerah Istimewa Yogyakarta, tak terkecuali di Depok, Sleman. Segenap Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Cabang Depok mengadakan Syawalan sekaligus Anak Muda Mengaji edisi April 2025, pada Sabtu (26/4) di Masjid Darul Hikmah komplek Kantor kapanewon Depok.
Kegiatan Syawalan dan Anak Muda Mengaji ini turut dihadiri Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Depok, para kader di AMM Depok, serta jamaah muda Muhammadiyah se-Depok. Anak Muda Mengaji pada edisi ini menghadirkan Ustaz Mahfud Khairul Amin, S.IP., M.A. seorang Dosen, Trainer, Motivator, dan Kepala Program UNIRES Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
“(Anak Muda Mengaji) sudah berjalan 9 bulan, kemudian Seiring berjalannya waktu kita berkeliling masjid-masjid di Kapanewon Depok. Harapannya ke depan teman-teman semua yang hadir bisa ikut meramaikan lagi Anak Muda Mengaji selanjutnya di malam Ahad dan kami rutin Istiqomah untuk mengadakan kegiatan anak muda mengaji di malam minggu terakhir,” kata Ahmad Lazuardi Rabbani, Bendahara Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Depok
Biasanya anak – anak muda malam Minggu atau Ahad kerap keluar rumah untuk bermain – main. Dari sini, AMM Depok ingin menjadikan malam Ahad ini sebagai hari untuk mengaji dan belajar Islam lebih dalam, setidaknya di malam Ahad pekan terakhir. “Karena dalam satu bulan ada 4 minggu, maka ya sekali-sekalilah malam minggu terakhir itu dibuat untuk mengaji. Biar lebih imbang antara bersenang-senang dengan mencari ilmu terutama ilmu Islam,” kata Lazuardi.
Kegiatan Anak Muda Mengaji yang sudah berjalan 9 bulan ini mendapatkan apresiasi dari Ketua PCM Depok, H. Muhammad Ichsan, M.M. Menurutnya, ini adalah keistiqomahan yang perlu dijaga, meskipun itu hal yang berat.
“Hal ini perlu kita jaga bersama-sama untuk keberlangsungan kita mengaji kita harus istiqomah walaupun Istiqomah itu berat Istiqomah itu berat yang meningkat itu nah ini contohnya yang perlu kita jaga bersama-sama,” jelasnya.
Ichsan juga kepada teman – teman AMM Depok yang bisa berkumpul untuk mengaji dan belajar. Apalagi, Depok di Sleman terkenal dengan banyaknya perguruan tinggi negeri dan swasta yang berdiri, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga, Instiper, Universitas Respati, dan masih banyak lagi, ditambah juga sekolah – sekolah unggulan yang juga berdiri di kapanewon atau kecamatan ini.
Selain pendidikan, ekonomi juga bergeliat di sini, ditunjukkan dengan mall, hotel, kuliner, dan lain – lain banyak beroperasi di sini. Dengan fakta ini, Pemerintah Kapanewon Depok bersama dengan Muhammadiyah dan ormas Islam lainnya ingin menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan religiusnya juga nampak
“Nah, kita dari komponen persyarikatan Muhammadiyah sudah melangkah untuk dengan Kecamatan (atau Kapanewon) Depok. Kegiatan (Anak Muda Mengaji) ini untuk menunjukkan bahwa di Depok ini kegiatan dari religiusnya juga ada. Jadi, apresiasi yang setinggi-tingginya pada teman-teman AMM maupun juga remaja masjid yang ada di Depok,” kata Ichsan.
Dalam pengajian, Ustaz Mahfud KA menjelaskan tentang maaf memaafkan. Menurutnya, jika dosa kepada manusia tentu tidak cukup dengan taubat. Tetapi juga harus dibarengi dengan meminta maaf dan inilah yang membuat momentum syawalan dan halal bihalal penting untuk saling memaafkan.
Tapi kalau dosa kepada manusia tidak cukup dengan Taubat harus dengan meminta maaf maka inilah pentingnya kita Syawal halal bihalal agar kita saling memaafkan. Hal itu tertuang dalam potongan surat Asy Syura ayat 40 yang artinya:
“...barang siapa memaafkan pelaku dan perbuatan zalim yang dilakukannya dan berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat itu, maka pahalanya akan diperolehnya dengan jaminan dari Allah.” Qs. Asy Syura: 40.
“Belajar jadi pemaaf berhenti jadi pembenci berhenti salahkan orang, belajar perbaiki diri,” jelas Ustaz Mahfud KA.
What's Your Reaction?
-
4
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow