LDK PP Muhammadiyah Luncurkan Beasiswa S2 bagi Dai di Wilayah 3T

LDK PP Muhammadiyah Luncurkan Beasiswa S2 bagi Dai di Wilayah 3T

Smallest Font
Largest Font

JAKARTA — Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan Program Beasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (S2) bagi dai yang bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas akademik dan kompetensi dakwah para dai yang mengabdi di daerah dengan akses pendidikan tinggi yang terbatas.

Peluncuran beasiswa dilakukan secara simbolis dalam rangkaian Dialog Nasional dan peluncuran buku Bergerak untuk Mencerahkan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (25/6).

Beasiswa secara simbolis diserahkan oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, kepada Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin. Prosesi tersebut turut disaksikan Ketua PP Muhammadiyah Kiai Saad Ibrahim dan Syamsul Anwar.

Program ini merupakan hasil kerja sama LDK PP Muhammadiyah dengan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Kerja sama tersebut diharapkan membuka akses pendidikan magister bagi para dai tanpa harus mengurangi komitmen mereka dalam menjalankan tugas dakwah di masyarakat.

Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, mengatakan banyak dai yang memilih mengabdi di daerah terpencil sehingga kesempatan melanjutkan pendidikan menjadi terbatas. Melalui program ini, Muhammadiyah ingin memberikan ruang bagi mereka untuk meningkatkan kualifikasi akademik.

"Selama ini banyak dai yang memilih mengabdikan diri di daerah terpencil sehingga kesempatan melanjutkan studi menjadi sangat terbatas. Melalui program beasiswa ini kami ingin memastikan bahwa mereka tetap memiliki peluang untuk menempuh pendidikan Magister, tanpa harus meninggalkan semangat pengabdiannya kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Arifin, peningkatan kapasitas akademik akan berdampak pada kualitas pelayanan dakwah, pembinaan umat, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ketahanan sosial di wilayah binaan Muhammadiyah.

Ia menambahkan, tantangan dakwah saat ini membutuhkan dai yang tidak hanya memiliki semangat pengabdian, tetapi juga kemampuan keilmuan yang memadai untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.

"Dakwah hari ini memerlukan dai yang tidak hanya memiliki keikhlasan dan semangat pengabdian, tetapi juga kapasitas keilmuan yang terus berkembang agar mampu menjawab berbagai persoalan umat secara bijaksana dan solutif," katanya.

Selain membuka akses pendidikan formal, program beasiswa ini menjadi bagian dari upaya LDK PP Muhammadiyah membangun sistem pembinaan dai yang berkelanjutan. Selama ini, LDK tidak hanya menugaskan dai ke wilayah 3T, komunitas adat, komunitas marginal, dan daerah perbatasan, tetapi juga mengembangkan pelatihan, pendampingan, serta penguatan jejaring dakwah.

Melalui kerja sama dengan Fakultas Agama Islam UMSU, Muhammadiyah berharap semakin banyak dai memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan sehingga mampu memperkuat pelayanan dakwah di berbagai daerah di Indonesia.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow