Dosen UMY Berdayakan Siswa SMA Kamboja Lewat Pelatihan Wirausaha
PHNOM PENH — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali memperluas kiprah akademiknya di tingkat internasional melalui program pengabdian kepada masyarakat di Kamboja. Tiga dosen UMY menggelar program pemberdayaan bertajuk "Meningkatkan Kemampuan Berwirausaha pada Siswa SMA Norol Iman di Phnom Penh, Cambodia", yang berlangsung secara hybrid pada 1–5 Juni 2026.
Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD), para siswa SMA Norol Iman tampak antusias mengikuti pelatihan yang bertujuan menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini. Selain memperoleh motivasi berwirausaha, peserta juga dibekali keterampilan praktis untuk membangun usaha yang inovatif, kreatif, dan berkelanjutan.
Tim pengabdian internasional tersebut terdiri atas Sutrisno Wibowo, S.E., M.M., Dr. Punang Amaripuja, S.E., S.T., M.I.T., dan Dr. Lalu Supardin, S.E., M.M.. Ketiganya secara bergantian membagikan wawasan dan strategi bisnis yang relevan dengan tantangan global saat ini.
Pada sesi pertama, Sutrisno Wibowo membawakan materi Business Model Canvas (BMC), sebuah perangkat strategis untuk membantu peserta merancang dan mengembangkan model bisnis secara terstruktur.
Ia memperkenalkan sembilan elemen utama BMC, mulai dari customer segments, value propositions, channels, hingga cost structure.
“Melalui metode Business Model Canvas, kami mengajak para siswa untuk berpikir secara sistematis. Sebuah ide bisnis yang cemerlang tidak akan berjalan optimal tanpa perencanaan model bisnis yang matang,” ujar Sutrisno, Sabtu (4/7).
Sementara itu, Punang Amaripuja mengulas pentingnya membangun The Entrepreneurial Spirit. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki karakter berani mengambil peluang, kreatif, inovatif, serta tangguh menghadapi perubahan zaman.
Tidak hanya menyampaikan teori, ia juga membekali peserta dengan langkah-langkah praktis memulai usaha, mulai dari menggali ide, melakukan opportunity screening, menyusun feasibility study, hingga membuat business plan.
“Menanamkan jiwa kewirausahaan pada generasi muda di Kamboja adalah investasi jangka panjang. Kami ingin membentuk mentalitas mereka agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu melihat peluang lokal dan menciptakan inovasi produk sendiri,” tegas Punang.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa SMA Norol Iman menunjukkan antusiasme tinggi. Banyak peserta aktif mengajukan pertanyaan serta memaparkan ide-ide bisnis yang berpotensi dikembangkan sesuai kearifan lokal masyarakat Kamboja.
Program pengabdian lintas negara ini menjadi bukti komitmen UMY dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi di tingkat global. Melalui pemberdayaan generasi muda di Kamboja, UMY berharap dapat melahirkan calon wirausahawan muda yang inovatif sekaligus mempererat kerja sama internasional dengan berbagai institusi pendidikan di Asia Tenggara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow