AMM Depok Sleman dan Gowok Project Kupas Tuntas Fenomena Kesurupan dan Logika Mistika

AMM Depok Sleman dan Gowok Project Kupas Tuntas Fenomena Kesurupan dan Logika Mistika

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN – Fenomena kesurupan kerap menjadi perbincangan hangat dalam masyarakat Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Hal itu kembali mengemuka dalam forum Anak Muda Mengaji Edisi September yang digelar Angkatan Muda Muhammadiyah Cabang Depok, Sleman, pada Sabtu malam (27/9) di Griya 'Aisyiyah Babarsari. Dalam kajian tersebut, Ahmad Sahab dari Gowok Project, mengajak generasi muda untuk memandang fenomena kesurupan secara lebih rasional dan tidak semata-mata terjebak dalam logika mistika.

Menurut Ahmad Sahab, kesurupan selama ini sering dikaitkan dengan hal gaib, jin, atau setan. Padahal, kata dia, gejala tersebut bisa dijelaskan melalui pendekatan sosial, budaya, psikologi, hingga faktor lingkungan. “Kesurupan ini tidak hanya soal mistiknya saja. Masih bisa dinalar, bisa dijelaskan dari sisi psikis maupun mental. Kalau ada yang mengalami, jangan langsung menuduh karena gangguan makhluk halus, tapi bisa diarahkan ke psikolog agar mendapat penanganan tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah sederhana yang bisa dilakukan anak muda adalah mulai memilah informasi, terutama dari internet dan media sosial. Jika terbiasa mengonsumsi konten mistis, Ahmad menyarankan untuk menyeimbangkannya dengan konten yang melawan logika mistika.

“Misalnya menonton Malaka Project atau konten lain yang membuka wawasan berpikir logis. Kalau ada sesuatu yang terasa aneh, jangan langsung simpulkan gaib. Bisa jadi itu hal biasa, seperti pintu tengah malam yang diketuk, ternyata hanya kucing,” jelasnya.

Dalam penjelasannya, Ahmad menekankan bahwa kecenderungan orang lebih mudah percaya pada hal-hal yang terdengar atau terasa, dibandingkan yang terlihat. Hal ini membuat fenomena kesurupan seringkali dianggap misterius, padahal bisa didekati dengan akal sehat.

Gowok Project, komunitas yang didirikan Ahmad bersama teman-teman di Dusun Gowok sejak 2020, hadir untuk menguatkan kesadaran kritis tersebut. Berawal dari inisiatif mahasiswa yang ingin memanfaatkan waktu luang karena terjebak pandemi COVID-19, komunitas ini berkembang menjadi ruang belajar bersama untuk melawan logika mistika. “Awalnya kami bikin untuk seru-seruan, tapi ternyata banyak teman yang ingin belajar. Kami ingin mencerahkan anak muda agar lebih maju berpikirnya. Semua informasi kegiatan biasanya kami bagikan gratis melalui Instagram Gowok Project,” terang Ahmad.

Dengan semangat itu, Ahmad mengajak anak muda untuk tidak pasif menghadapi fenomena kesurupan maupun isu mistis lainnya. Setidaknya, bisa mulai dari diri sendiri, dari komunitas, lalu menyebarkan pemahaman kepada lingkungan sekitar. "Melawan logika mistika bukan berarti menafikan budaya, tapi membangun cara pandang rasional yang lebih sehat,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    2
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow