News

News

MediaMU.COM

Jun 24, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Unik, Baitul Arqam PWPM dan PWNA DIY Juga Diikuti Istri dan Anak-anak

SLEMAN - Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta (PWM DIY) menyelenggarakan Baitul Arqam perdananya pada periode 2022-2027, bersama Organisasi Otonom (Ortom) tingkat wilayah, pada Jumat (12 Rabiul Akhir 1445 H bertepatan 27 Oktober 2023). Berlangsung di Gedung Balai Pemerintahan Desa, Kalasan, Sleman, Baitul Arqam kali ini ditujukan untuk para kader PW Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul 'Aisyiyah DIY.

Ketua MPKSDI PWM DIY, Andy Putra Wijaya, S.E.I., M.S.I. memaparkan tema yang diusung pada Baitul Arqam ini adalah "Memperkuat Spirit Gerakan Dakwah Organisasi Otonom, Aktualisasi Soliditas Aktivis Dakwah Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta". 

"Artinya, seluruh kader di ortom perlu menyadari bahwa ortom adalah perpanjangan tangan persyarikatan dalam menunaikan dakwahnya, dan hal itu sudah sepantasnya sesuai arahan dan kebijakan persyarikatan di atasnya, yakni PWM DIY, " jelasnya. 

Adapun, dalam perjuangan dakwahnya, ortom harus senantiasa solid. Sebab, kalau tidak, maka akan mudah tercerai berai dan digoyahkan. Agar harus selalu bersatu padu, sehingga harus selalu kompak dan ketika semuanya mengalami ujian, soliditas harus selalu dijaga. 

Andy juga menyampaikan jika Baitul Arqam pertama kali ini agak lain dari biasanya. Sebab, beberapa peserta mengikutinya disertai dengan bedol keluarga. Ini ditunjukkan dengan beberapa kader PWNA DIY turut serta membawa anak-anak kecilnya untuk ikut baitul Arqam. Begitu juga dengan PWPM DIY, dimana ada yang membawa serta istrinya yang sedang hamil dan membutuhkan perhatian lebih.

"Untuk itu, kami fasilitasi khusus. Semoga bisa ditanamkan ideologi Muhammadiyah sejak dini dan anak-anak ini nantinya bisa menjadi penerus perjuangan ayah dan ibunya di persyarikatan," harap Andy. 

Diikuti oleh 60 peserta, Andy berharap proses transfer of knowledge and value pada Baitul Arqam ini bisa terus dikawal. Oleh karenanya, seluruh peserta diharapkan bisa mengikuti seluruh agenda dari awal hingga akhir.

Sementara itu, terkait proses pembelajaran pada Baitul Arqam ini mengikuti ketentuan dan sistem kurikulum merujuk pada Sistem Perkaderan Muhammadiyah (SPM). Karena dilaksanakan dalam tingkat wilayah, khususnya Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul 'Aisyiyah, maka muatan pokok wawasannya disesuaikan dengan kondisi organisasinya masing-masing.

Usai Baitul Arqam, peserta diharapkan mampu mewarnai dan menggerakkan persyarikatan di level ranting domisilinya masing-masing.

"Intinya, wawasan atau wacana yang disusun berupa Risalah Islam Berkemajuan bisa dibumikan, masing-masing oleh Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul 'Aisyiyah," jelas Rahmat Saleh, M.Ec.Dev. selaku Master of Training. (*) 

Wartawan: Dzikril Firmansyah

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here