Lazismu DIY Luncurkan Aksi Sosial Gerakan 48

Lazismu DIY Luncurkan Aksi Sosial Gerakan 48

Smallest Font
Largest Font

BANTUL –Muhammadiyah melalui Lazismu tetap konsisten untuk memberi manfaat bagi yang membutuhkan. Dalam Muhammadiyah Jogja Expo #2, Kamis (6/10), di Panggung Utama Halaman Kampus 4 UAD, Lazismu DIY meluncurkan Kegiatan Aksi Sosial Gerakan “48”. Ini juga merupakan bagian dari agenda Lazismu DIY dalam menyongsong Muktamar ke – 48 Muhammadiyah, 18 – 20 November 2022 mendatang.

Cahyono selaku Ketua Pengurus Wilayah Lazismu DIY memaparkan terdapat tiga agenda dalam Gerakan 48 ini. Mulai dari Baktimu kepada Guru yang diwujudkan dalam bentuk kado, bekerjasama dengan ‘Aisyiyah untuk menetapkan penerima guru – guru TK ABA dengan kualifikasi tertentu, begitu juga guru sekolah dasar berkoordinasi dengan Majelis Dikdasmen PWM DIY serta didukung oleh mitra program Lazismu.

Advertisement
Scroll To Continue with Content

“Insyaallah ini akan kami kemas dalam bentuk kado sembako ‘Muhammadiyah DIY Bakti untuk Negeri’ kepada para guru penerima manfaat,” jelas Cahyono dalam sambutannya.

Kemudian, mencanangkan penanaman buah di Kulon Progo bekerjasama dengan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PWM DIY. Selanjutnya, menyalurkan program SOS (Save our School) untuk satu TK di Gunungkidul dalam rangka memperbaiki sarana prasarana

Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM DIY yang juga turut menjadi mitra Lazismu DIY ikut ambil bagian dalam Expo ini bersama dengan tiga Rumah Sakit PKU Muhammadiyah di DIY. Disampaikan oleh apt. Budiyono, MPKU mencanangkan beberapa program, seperti pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian suplemen kepada 2000 driver ojek online.

“Bagi driver ojol yang merasa sakit dan membutuhkan suplemen, bisa langsung datang ke Muhammadiyah Jogja Expo di Kampus Utama UAD,” ajak Budiyono dengan semangat.

Lalu, program penanganan stunting diinisiasi oleh RS PKU Bantul, yang mana sangat penting sekali mengingat 17 persen populasi di DIY mengalami stunting dan tentu saja angka tersebut sangat tinggi.

“Kalau tidak diatasi sekarang, maka dikhawatirkan generasi berikutnya pada 5 sampai 20 tahun mendatang akan mengalami berbagai kelemahan,” jelas Budiyono.

Selanjutnya, santunan kepada kaum dhuafa, difabel, penderita TB, dan lainnya dimotori oleh RS PKU Gamping. Diharapkan, santunan ini bisa mempererat tali silaturrahim kepada sesama manusia.

Terakhir, gowes dan senam bersama digagas oleh RS PKU Jogja, yang waktunya akan dikonfirmasi lebih lanjut.

Ketua PWM DIY Gita Danu Pranata yang juga ikut hadir dalam peluncuran Gerakan “48” mengapresiasi adanya pemberian bantuan yang bervariasi dari majelis dan lembaga seperti Lazismu, MPS, MLH, dan yang terkait, kepada yang membutuhkan.

Ini juga menunjukkan wujud nyata yang sudah menjadi ciri khas persyarikatan Muhammadiyah. “Salah satunya, dalam wujud aktivitas – aktivitas bermakna untuk ikut berpartisipasi membantu berbagai problematika yang kita hadapi dan juga bagaimana upaya – upaya kepedulian dari persyarikatan untuk siapapun yang pantas diajak kerjasama dan kita beri,” tutur Gita. (*)


Wartawan : Dzikril Firmansyah

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow