PONOROGO - 111 miliar adalah nominal yang ditargetkan untuk Gerakan Infak Pendidikan 111 (GIP 111) Muhammadiyah, yang diluncurkan di Puncak Resepsi Milad ke-111 Muhammadiyah. Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, optimistis akan mencapai atau bahkan melebihi target tersebut. Pada saat peluncurannya saja, GIP 111 sudah menghimpun dana lebih dari 82 miliar.

Mu’ti menyatakan keyakinannya saat mengisi Tabligh Akbar perayaan Milad ke-111 Muhammadiyah di Ponorogo (19/11). "Kita menargetkan agar dana abadi pendidikan mencapai Rp. 111 miliar, dan saya yakin itu bisa tercapai," ujarnya.

ads

GIP 111 lahir dengan tujuan membuat Muhammadiyah menjadi organisasi yang mandiri dan kuat dalam mengelola lembaga-lembaga pendidikan di bawahnya. Mu’ti, yang juga seorang Guru Besar Pendidikan Agama Islam, mengakui bahwa sektor pendidikan di Indonesia masih jauh dari harapan. Muhammadiyah sebagai pelopor pendidikan Islam modern ingin memastikan tidak terjadi penurunan kualitas.

Dana yang terkumpul melalui GIP 111 akan dialokasikan untuk menstandarkan gaji guru-guru Muhammadiyah, menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, memberikan beasiswa bagi siswa kurang mampu, dan tujuan lainnya.

Mu’ti menyoroti ketimpangan di sekolah-sekolah Muhammadiyah, dengan sebagian besar yang megah dan sebagian lainnya yang tidak kondusif. Mu’ti menekankan pentingnya penyelesaian masalah ini tanpa tergantung pada pihak lain, termasuk pemerintah.

Dia juga membahas dampak negatif program PPPK untuk guru pada sekolah swasta, termasuk Muhammadiyah. GIP 111 akan digunakan untuk menstandarkan gaji guru-guru Muhammadiyah sebagai upaya mengatasi dampak kebijakan tersebut.

“Dana abadi pendidikan ini kita sumbangkan untuk meningkatkan kesejahteraan para pendidik dan tenaga kependidikan,” tambahnya.

Sumber: muhammadiyah.or.id

Wartawan: Fatan Asshidqi